Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong (kanan)
Dream - Bank Dunia mencatat Indonesia menduduki peringkat ke-91 untuk kemudahan berbisnis pada 2017. Peringkat ini melonjak 15 tingkat dari yang sebelumnya ada di peringkat 106.
Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, justru mendapatkan amarah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“ Saya punya cerita. Kemarin sore di sidang kabinet, saya kena semprot Pak Presiden. Pak Jokowi tanya bagaimana investasinya sekarang. Terus, saya jawab lumayan. Beliau langsung marah-marah,” kata dia di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Jumat 28 Oktober 2016.
Padahal, kata Thomas, capaian ini merupakan prestasi yang cukup baik. Dia menyebut belum ada suatu negara yang peringkatnya bisa melejit 15 tingkat.
“ Saya pikir, dengan kita banting tulang tahun ini, peringkat naik dari 106 menjadi 91. Itu sudah prestasi yang cukup baik. Jadi, kita ini memecahkan rekor dunia. (Tapi), malah dimarahi sama Presiden,” kata mantan menteri perdagangan itu.
Meskipun demikian, Thomas tetap mengapresiasi kinerja seluruh kementerian dan lembaga, terutama pemerintah daerah DKI Jakarta dan Surabaya—dua daerah in menjadi target survei Bank Dunia, yang telah bekerja keras untuk meningkatkan kemudahan berbisnis.
“ Dengan upaya bersama dengan kerja keras, kementerian/lembaga terkait memecah rekor dunia. Sebagai bangsa yang kaya, kami bisa lebih, masih banyak yang bisa dilakukan,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya