Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks saham syariah kembali melaju di jalur positif setelah kemarin ditutup menguat. Adanya aksi beli investor ditengah minimnya sentimen positif bursa regional membuat sejumlah saham bergerak menguat.
Menguatnya harga saham emiten penggerak motor indeks syariah mampu meredam dominasi pelemahan saham syariah.
Aksi jual investor asing pada saham-saham syariah juga sempat membuat cemas pelaku pasar. Asing tercatat mencetak nett sell pada indeks ISSI sebesar Rp 449,3 miliar, turun dari perdagangan kemarin.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,689 poin (0,39%) ke level 179,372.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga bergerak naik 2,371 poin (0,32%) ke level 742,214.
Hampir sebagian indeks sektoral juga ditutup menguat dengan kenaikan tertinggi dicetak semiten keuangan 0,74 persen, infrastruktur 0,71 persen, dan industri aneka 0,56 persen.
Sementara indeks saham perkebunan memimpin laju pelemahan usai turun 0,53 persen, disusul properti 0,16 persen, dan perdagangan 0,13 persen.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini sedikit mengalami penurunan. Dari 76,34 miliar saham syariah yang berpindahtangan, transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,45 triliun.
Aksi beli berhasil mengangkat 91 emiten syariah ke zona hijau. Sebanyak 14 diantaranya merupakan saham-saham keping biru syariah. Meski ditutup menguat, ISSI justru didominasi pelemahan harga saham yang dialami 96 emiten.
Saham-saham bluechips syariah pencetak top gainer kali ini dihuni UNTR yang naik Rp 400, LPPF Rp 175, INDF Rp 100, AKRA dan ASII masing-masing Rp 50 per saham.
Sebaliknya, saham SILO yang turun Rp 425, memimpin laju top losser indeks JII. Diikuti INTP yang turun Rp 350, PTBA Rp 175, UNVR Rp 75, dan SCMA Rp 70 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini menghadapi tekanan. Rupiah yang melemah sepanjang hari ini ditutup melemah 32 poin (0,25%) menjadi 13.030 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya