Tak Cuma `Dipermalukan`, Pelaku Pungli Dibui 4 Tahun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 21 Oktober 2016 13:43
Tak Cuma `Dipermalukan`, Pelaku Pungli Dibui 4 Tahun
Pemerintah ingin memberantas pungutan liar di instansi pemerintah.

Dream – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak main-main dengan keinginannya untuk menghapus pungutan liar (pungli) di instansi pemerintah. Selain mempublikasikan pelaku, pemerintah juga mengancam akan memenjarakan pelaku pungli.

Dilansir dari setkab.go.id, Jumat 21 Oktober 2016, Jaksa Agung, Prasetyo, mengatakan pelaku pungli, menurut Undang-Undang Korupsi pasal 12 E, bisa terancam kurungan penjara minimal empat tahun.

“ Tentunya tidak bisa digeneralisir. Harus kami lihat case by case seperti apa,” kata Prasetyo di Jakarta.

Dia mengatakan pungli ini dilakukan sepihak oleh petugas atau penyelenggara pemerintahan yang memiliki kewenangan dan kekuasaan meminta sesuatu yang berkaitan dengan kewenangannya. Oleh karena itu, orang terpaksa memberikan uang. Jika tidak memberikan uang, mereka tidak akan terlayani.

“ Masyarakat yang diminta pungli ini tidak perlu takut untuk melaporkan karena mereka cenderung menjadi korban,” kata Prasetyo.

Suap dan pungli, sama atau berbeda?

1 dari 1 halaman

Pungli Berbeda dengan Suap

Prasetyo menegaskan pungli ini sama sekali tidak sama dengan suap. Dia mengatakan suap terjadi apabila dua pihak saling bekerja sama dan berkonspirasi. Ada yang memberi dan ada yang menerima untuk tujuan tertentu.

Lain halnya dengan pungli. Prasetyo mengatakan pungli ini hanya menerima dan meminta uang. Tak hanya itu, pungli ini juga memeras para korban dan praktik ini cenderung terjadi di mana-mana.

“ Ini yang harus diberantas,” kata dia.

Beri Komentar