BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Mendag Zulhas Di Konferensi Maju Digital (Foto: Dream/Okti Nur Alifia)
Dream - Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas), menargetkan sebanyak 250.000 usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM), terdigitalisasi melalui platform niaga elektornik (e-commerce).
Oleh karena itu Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga menggandeng GoTo (Gojek dan Tokopedia) untuk mewujudkannya. Menurut Zulhas, transaksi belanja daring sepanjang 2021 mencapai Rp401 Triliun yang meningkat 58 persen dari tahun sebelumnya.
Dengan digitalisasi UMKM itu, Zulhas berharap jumlah transaksi dapat terus meningkat. Menurutnya agar UMKM berkembang perlu adanya kolaborasi baik antara pedagang, UMKM, maupun pemerintah.
“ Ini target kita 250.000 UMKM terdigitalisasi dan juga seluruh pasar di Indonesia juga bisa pakai digital,” kata Zulhas pada Konferensi Maju Digital di Jakarta, Kamis 27 Oktober 2022.
Digitalisasi pasar rakyat juga merupakan salah satu amanat dari Presiden Joko Widodo. Bersama Tokopedia, Kemendag mendorong pasar masuk ke dalam aplikasi Tokopedia. Tercatat, sudah berjalan di 10 pasar di Indonesia.
Saat ini pemerintah juga memberikan dukungan melalui inisiasi Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang menargetkan sekitar 30 juta UMKM untuk terhubung ke ekosistem platform digital.
“ Kita ingin jadi negara maju, visi Indonesia negara maju 2045 enggak mungkin tercapai kalau kita tidak bisa nyerbu dunia. Kita bisa jadi negara maju kalau kita bisa menyerbu pasar dunia,” kata Zulhas.
Menteri kelahiran Lampung Selatan ini juga melaporkan pola belanja masyarakat di era pandemi. Ada kenaikan konsumen yang berbelanja melalui e-commerce dari 11 persen menjadi 25,5 persen di 2021.
Sebesar 86,5 persen konsumen memilih marketplace sebagai tempat belanja daring. Sementara itu, 23 persen UMKM telah terhubung dengan platform e-commerce.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
