Muhammad Lutfi, Mantan Kepala BKPM Termuda yang Balik Jadi Mendag Lagi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 22 Desember 2020 20:58
Muhammad Lutfi, Mantan Kepala BKPM Termuda yang Balik Jadi Mendag Lagi
Berawal dari pengusaha, Lutfi punya rekam jejak panjang di dunia birokrasi.

Dream - Nama Muhammad Lutfi bukan orang baru dalam dunia birokrasi Indonesia. Dia pernah berkiprah di kabinet era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baru saja mengemban tugas sebagai duta besar untuk Amerika Serikat (AS), Presiden Joko Widodo menunjuk Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. Dia resmi bertugas menggantikan Agus Suparmanto terhitung mulai besok, Rabu, 23 Desember 2020 saat proses pelantikan dilakukan.

Lutfi sendiri memiliki basis kemampuan sebagai pengusaha dan birokrat. Dia pernah menjadi Menteri Perdagangan era SBY menggantikan Gita Wirjawan.

Pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1969 ini mengawali karier sebagai pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO dari Mahaka Group, usaha yang didirikannya bersama Erick Thohir, Wishnu Wardana, dan Harry Zulnardy.

Saat berusia 29 tahun, Lutfi dipercaya menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Raya. Posisi ini dia pegang dalam kurun waktu 1998-2001.

Masa kepengurusan HIPMI Jakarta Raya selesai, Lutfi dipercaya menjadi Ketua Nasional HIPMI. Posisi tersebut dia ampu hingga 2004.

 

1 dari 1 halaman

Karier di Birokrasi

Setahun kemudian, Lutfi diangkat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh SBY. Di usia masih 36 tahun, dia tercatat sebagai pejabat termuda yang menduduki posisi tersebut.

Pada 2010, Lutfi ditugaskan menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Mikronesia. Dia juga tercatat sebagai diplomat termuda saat itu.

Sedangkan 2014, Lutfi kembali mengabdi di Tanah Air sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Gita Wirjawan. Jabatan itu diampunya tidak sampai satu tahun sebelum akhirnya digantikan Rahmat Gobel.

Pada 2020, Lutfi mendapat amanah menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat. Dia menggantikan Mahendra Siregar yang diminta pulang untuk menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. 

Beri Komentar