Email Percakapan Bocor, Pangeran Saudi Lelah Perangi Yaman

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 16 Agustus 2017 07:02
Email Percakapan Bocor, Pangeran Saudi Lelah Perangi Yaman
Pengakuan itu ada dalam surel antara mantan Dubes AS untuk Israel Martin Indyk dengan Dubes UEA untuk AS Yousef Otaiba.

Dream - Surat elektronik korespondensi antara mantan Duta Besar AS untuk Israel, Martin Indyk, dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk AS, Yousef Otaiba bocor. Yang mengejutkan, surel itu menyebutkan pengakuan Putra Mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman yang lelah berperang di Yaman.

Dalam surel yang didapat oleh media Middle East Eye, Indyk menyebut pengakuan itu disampaikan Mohammed saat bertemu dengan mantan penasihat keamanan nasional AS Stephen Hadley.

Percakapan email itu sendiri dikutip dari bocoran yang diperoleh GlobalLeaks.

 

Indyk juga menyebut Mohammed ingin berhenti di Yaman dan mendukung AS berseteru dengan Iran, terlepas sikapnya yang agresif terhadap krisis Yaman dan Teheran.

Tetapi, Otaiba tidak berkenan memberikan tanggapan mengenai surel tersebut. " Saya tidak bisa berkomentar mengenai percakapan pribadi," kata Otaiba.

Mohammed bin Salman mendapat kritik dari dunia internasional lantaran melibatkan Arab Saudi dalam intervensi berdarah pada perang sipil Yaman pada Mei 2015 lalu. Mohammed beralasan intervensi itu untuk mendesak pemberontak pendukung Houthi yang beraliran Syiah keluar dari Ibukota Sanaa.

Sementara itu laman Aljazeera melaporkan, pembicaraan pangeran Saudi itu berkaitan dengan diskusi yang lakukan di Timur Tengah dengan Martin Indyk, mantan duta besar AS untuk Israel, dan Steven Hadley, yang bertugas sebagai penasihat keamanan nasional AS selama masa jabatan presiden George W Bush.

Percakapan tersebut berlangsung setidaknya satu bulan sebelum Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar, menuduhnya mencoba untuk merongrong perang mereka di Yaman dan karena memiliki hubungan persahabatan dengan Iran .

Rincian pertemuan antara MBS dan mantan pejabat Amerika terungkap dalam pertukaran email antara Indyk dan Yousef al-Otaiba, duta besar UEA di Washington, DC.

(Sah/Sumber: independent.co.uk)

 

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup