Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sudah menjadi anggapan umum bahwa busana hijab ala desainer tanah air memiliki harga yang terbilang tinggi dibandingkan busana muslim yang dijual di ritel atau pusat grosir.
Namun, hal ini tidak mengurangi semangat para desainer tanah air untuk berkarya menciptakan pakaian muslim yang berkualitas. Ayu Dyah Andari misalnya, desainer muda yang baru memulai debutnya di dunia busana muslim ini sekitar 2 tahun lalu, optimis busana muslim rancangannya bisa diterima oleh berbagai kalangan.
" Range harga baju berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 3,25 juta. Tapi waktu lebaran sempat membuat baju yang seharga Rp 6 juta, tetapi ternyata laku juga," ungkap Ayu kepada dream.co.id, Kamis, 4 September 2014.
Ayu mengaku meski harga busana muslim rancangan bisa dikatakan tinggi, tetapi bagi pelanggannya terkadang hal tersebut tidak menjadi kendala untuk mengoleksi baju dengan brand Andari Couture, Anishafa, dan Alyaneva ini.
" Kemarin ada yang beli harga Rp 5 juta-an, dia pakai untuk akad nikah, dapat baju seharga itu untuk akad kan terbilang murah, jadi ya tetap ada saja yang pesan. Bahkan ada yang pesan dari sekarang untuk nikah tahun depan, dia sudah mulai cicil DP-nya," cerita Ayu.
" Setiap saya upload model baru di Instagram, langsung ada yang pesan beberapa potong, mungkin karena ready to wear tapi tetap terkesan klasik dan anggun seperti princess," tambahnya.
Keberhasilan menarik pasar kelas menengah atas ini belum membuat Ayu puas. Dia sangat menginginkan bisa membuat cantik para perempuan dari berbagai golongan ekonomi.
Untuk itu, kini dia tengah menyiapkan produk busana muslim yang tetap berkualitas, hanya saja diproduksi dalam jumlah banyak sehingga biaya produksi bisa ditekan. Hal inilah yang membuat harga baju yang diproduksi dalam jumlah banyak ini memiliki harga di bawah harga baju yang diproduksi terbatas bahkan satuan.
" Nanti akan dibuat divisi sendiri untuk baju-baju yang harganya terjangkau, jadi orang kelas menengah bawah bisa beli tanpa mikir. Kita ingin menjangkau ke kelas ini supaya bisa bikin orang cantik tanpa mengeluarkan uang banyak. Nanti diproduksi dalam jumlah banyak tapi memang tidak sebanyak konveksi yang sekali produksi bisa 3.000 potong," ungkapnya.
Selain ingin memproduksi busana dengan harga terjangkau, Ayi juga akan melakukan ekspansi bisnisnya dengan memproduksi baju muslim untuk anak dan produk-produk interior rumah, seperti sprei dan sarung bantal.
" Yang penting itu dalam berkarya jujur dengan signature sendiri, menjaga kualitas, dan harus ada personel touch, jadi buat apa yang kita suka dulu, pasti nanti ada yang satu selera sama kita juga," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya