Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Melemah, Indeks Syariah Terangkat Sentimen Global

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 5 September 2014 10:08
Dibuka Melemah, Indeks Syariah Terangkat Sentimen Global
IHSG pagi ini sempat dibuka melemah 4,95 poin (0,1%) ke level 5.200,36.

Dream - Indeks bursa saham Indonesia pelan-pelan menghimpun tenaga untuk kembali bergerak menguat. Meskipun dibuka melemah di sesi pra-pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa menembus zona hijau.

Pada sesi pra-pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 5 September 2014, IHSG turun 4,95 poin (0,1%) ke level 5.200,36.

Meski dibuka melemah, IHSG akhirnya sedikit bertenaga setelah di sesi pembukaan kembali menguat 3,52 poin (0,07%) menjadi 5.208,75. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak melemah.

Total frekuensi perdagangan saham di sesi awal ini mencapai 5.580 kali dengan volume sebanyak 132,11 juta. Perputaran uang yang terjadi ditaksir sebanyak Rp 150,72 miliar.

Pemodal asing yang kemarin sempat melakukan aksi beli saham kini mulai kembali berburu efek-efek menarik. Asing pagi ini mencatat nett buy sekitar Rp 10 miliar.

Pelemahan di awal perdagangan juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka di level 170,54. Hingga satu jam perdagangan saham, indeks ISSI sudah kembali menguat 0,55 poin (0,32%) ke level 171,59.

Tercatat 132 emiten syariah sudah berada di zona hijau sementara 29 lainnya masih terpuruk di teritori merah.

Investor sudah mulai memperdagangkan 8,55 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 866,77 miliar.

Di jajaran saham bluechips syariah, tercatat 20 emiten elit di daftar Jakarta Islamic Index (JII) telah bergerak di zona hijau. Penguatan ini mendorong JII menanjak ke level 704,07 atau naik 1,84 poin (0,26%).

Pada sesi pra pembukaan, indeks JII dibuka melemah ke level 699,29.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya, mengatakan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) meluncurkan stimulus dan menurunkan suku bunga menjadi 0,05 persen, telah membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) mencetak rekor baru sepanjang sejarah.

Namun pelaku pasar kini melakukan aksi wait and see terhadap data-data tenaga kerja Amerika Serikat.

" Sentimen yang bervariasi ini, membuat indeks di kawasan regional Asia hari ini bergerak bervariasi," katanya.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham bluechip, yang pada hari Rabu ditutup dengan signal positif, banyak ditutup dibawah suport level pertamanya. " Pemodal sebaiknya melihat apakah saham-saham tersebut hari ini berhasil kembali di atas suport sebelumnya, resisten pertama untuk hari ini," imbau Satrio.

Beri Komentar