Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Rahasia Terselubung Bisnis Kecantikan Arab

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 4 September 2014 12:45
Rahasia Terselubung Bisnis Kecantikan Arab
Hati-hati memilih salon di negeri Arab, bisa-bisa Anda menggunakan bahan-bahan yang sudah dipakai berulang kali.

Dream - Industri kecantikan Dubai tengah mengalami booming. Euromonitor International memprediksi, wanita Arab rela menguras uang belanja untuk kecantikan dan perawatan diri hingga US$ 1,3 miliar per tahun pada 2017.

Tak heran bila banyak masyarakat dan pencari peluang melihat bisnis ini sebagai ladang uang baru.

Selain pebisnis, booming industri kecantikan dan kesehatan juga menarik perhatian pemerintah. Kehadiran abdi negara ini ingin memastikan pemilik salon menjalankan bisnisnya sesuai standar kesehatan dan keamanan.

Kementerian Kesehatan dan Keamanan Publik Dubai telah mengeluarkan peraturan yang dibuat untuk menjamin bisnis kecantikan berjalan sesuai kode kesehatan yang berlaku.

Peraturan itu diantaranya mengenai kewajiban memisahkan areal manikur, pedikur, pangkas rambut, pemasang henna (pacar), maupun layanan perawatan muka.

Salon juga harus menyediakan bahan disinfektan dan memastikan seluruh peralatannya telah dibersihkan sebelum dipakai.

Meski berbagai aturan pemerintah sudah dibuat, masih ada tindakan kurang baik yang dilakukan pemilik salon utamanya soal kebersihan.

" Beberapa pelanggaran yang ditemuka seperti tak mengikuti metode higienis atau sampah bekas cuci rambut. Beberapa salon seenaknya menaruh sampah ke pojokan dan baru membuangnya dilain waktu," kata Manager Operasional Tips & Toe, salah satu jejaring salon terbesar Uni Emirat Arab, Nawal Jarges seperti dikutip dari laman Alarabiya.net, Kamis, 4 September 2014.

Beberapa salon bahkan diketahui menggunakan produk-produk tak terdaftar seperti herbal dan minyak yang tak sehat. Prosedur cuci tangan, pengeringan, dan pembersihan peralatan salon juga tak dilakukan dengan benar.

Ditambahkannya, tak memberika label pada produk salon, penggunaan dua kali peralatan waxing, serta tak memperbarui izin untuk penawaran jasa tertentu, juga masuk diantara daftar pelanggaran penyedia jasa kecantikan Dubai.

Pemerintah Dubai juga memberlakukan ketentuan larangan pegawai pria bekerja di salon wanita. Hanya salon khusus yang berizin yang bisa mempekerjakan pegawai pria.

Pada Oktober tahun lalu, pemerintah Dubai menghukum 245 pekerja salon wanita dan pria karena pelanggaran kesehatan dan keamanan.

Para pengawas Dubai memang senantiasa melakukan inspeksi mendadak atau secara rahasia memantau aktivitas salon kecantikan di Dubai. Jadi, berhati-hatilah jika Anda hendak memilih salon kecantikan. (Ism)

Beri Komentar