Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bisnis Kecantikan Di Dubai
Dream - Industri kecantikan Dubai tengah mengalami booming. Euromonitor International memprediksi, wanita Arab rela menguras uang belanja untuk kecantikan dan perawatan diri hingga US$ 1,3 miliar per tahun pada 2017.
Tak heran bila banyak masyarakat dan pencari peluang melihat bisnis ini sebagai ladang uang baru.
Selain pebisnis, booming industri kecantikan dan kesehatan juga menarik perhatian pemerintah. Kehadiran abdi negara ini ingin memastikan pemilik salon menjalankan bisnisnya sesuai standar kesehatan dan keamanan.
Kementerian Kesehatan dan Keamanan Publik Dubai telah mengeluarkan peraturan yang dibuat untuk menjamin bisnis kecantikan berjalan sesuai kode kesehatan yang berlaku.
Peraturan itu diantaranya mengenai kewajiban memisahkan areal manikur, pedikur, pangkas rambut, pemasang henna (pacar), maupun layanan perawatan muka.
Salon juga harus menyediakan bahan disinfektan dan memastikan seluruh peralatannya telah dibersihkan sebelum dipakai.
Meski berbagai aturan pemerintah sudah dibuat, masih ada tindakan kurang baik yang dilakukan pemilik salon utamanya soal kebersihan.
" Beberapa pelanggaran yang ditemuka seperti tak mengikuti metode higienis atau sampah bekas cuci rambut. Beberapa salon seenaknya menaruh sampah ke pojokan dan baru membuangnya dilain waktu," kata Manager Operasional Tips & Toe, salah satu jejaring salon terbesar Uni Emirat Arab, Nawal Jarges seperti dikutip dari laman Alarabiya.net, Kamis, 4 September 2014.
Beberapa salon bahkan diketahui menggunakan produk-produk tak terdaftar seperti herbal dan minyak yang tak sehat. Prosedur cuci tangan, pengeringan, dan pembersihan peralatan salon juga tak dilakukan dengan benar.
Ditambahkannya, tak memberika label pada produk salon, penggunaan dua kali peralatan waxing, serta tak memperbarui izin untuk penawaran jasa tertentu, juga masuk diantara daftar pelanggaran penyedia jasa kecantikan Dubai.
Pemerintah Dubai juga memberlakukan ketentuan larangan pegawai pria bekerja di salon wanita. Hanya salon khusus yang berizin yang bisa mempekerjakan pegawai pria.
Pada Oktober tahun lalu, pemerintah Dubai menghukum 245 pekerja salon wanita dan pria karena pelanggaran kesehatan dan keamanan.
Para pengawas Dubai memang senantiasa melakukan inspeksi mendadak atau secara rahasia memantau aktivitas salon kecantikan di Dubai. Jadi, berhati-hatilah jika Anda hendak memilih salon kecantikan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya