Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Https://www.accesscommunity.org)
Dream - Pemerintah Arab Saudi tengah berjuang keras mengurangi jumlah pengangguran warga negaranya di dalam negeri. Berbagai strategi dilakukan pemerintah petrodolar ini termasuk cara-cara yang tak lazim.
Pemerintah Saudi dilaporkan akan segera meluncurkan sebuah program televisi TV untuk membantu para pengangguran di negara tersebut dalam mendapatkan pekerjaan. Acara bernama " Jobs on Air" yang diproduksi Al-Danah TV itu akan mulai tayang mulai minggu ini.
" Program ini akan membantu pria dan perempuan Saudi yang belum bekerja mendapatkan pekerjaan setelah menjalani pelatihan di bidang yang mereka minati," kata Pembawa Acara di stasiun televisi Al-Danah TV, Mohsin Shaikh Al-Hassan kepada Arab News, seperti dikutip Dream, Kamis, 4 September 2014.
Dijawalkan, program khusus lowongan kerja ini akan tayang selama dua jam setiap Jumat malam, dimulai pada pekan pertama September.
Al-Hassan mengatakan perusahaan lokal dan asing memang ragu-ragu merekrut lulusan Saudi karena kurangnya pelatihan dan keterampilan.
" Kami akan melatih mereka sehingga mereka dapat memperoleh keterampilan untuk pekerjaan yang akan mereka peroleh melalui program ini," katanya.
Dari catatan Hassan, paling tidak ada lebih dari satu juta pria dan perempuan Saudi muda yang menganggur. Di sisi lain, ada delapan juta orang asing yang telah bekerja di berbagai sektor di negara tersebut.
" Pemuda ini seharusnya dimanfaatkan karena negara ini perlu tenaga kerja," katanya.
Tak hanya menyasar para pencari kerja, program " Jobs on Air" juga menyasar staf universitas agar bisa membantu menciptakan lulusan yang berkualitas.
" Kami akan membantu siswa mereka menjalani pelatihan di perusahaan-perusahaan besar lokal dan asing di bidangnya masing-masing sehingga mereka dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan di kemudian hari."
Selama program berlangsung, pria dan perempuan muda Saudi dapat mengirimkan curriculum vitae. Dalam profil tersebut, para pelamar juga mencantumkan provinsi yang ingin menjadi tempat penugasannya.
Syarat ini tak mengherankan karena orang Saudi memilih menganggur karena tidak ingin ditugaskan luar provinsinya. Namun, ia melihat bahwa banyak yang bersedia bekerja di tempat lain selama mereka bekerja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya