Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan masyarakat Indonesia bisa memahami jenis produk-produk investasi di luar perbankan, seperti melalui saham.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menilai, pihaknya harus bisa mengampanyekan industri keuangan non-bank dan saham, seperti di China. Pasalnya, selama ini, rendahnya akses ke pasar modal, membuat likuiditas terbatas, sehingga fungsi pembiayaan jangka panjang tak berjalan.
" Sopir taksi Shanghai ketika antre menunggu penumpang biasanya mereka cek perkembangan harga saham melalui handphone. Artinya begitu dalam partisipasi masyarakat terhadap pasar modal," kata Muliaman di Jakarta, Rabu, 3 September 2014.
Tidak hanya di China, Muliaman menyebutkan hal serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Di sana, sebagai besar masyarakatnya memilih berinvestasi di produk non-perbankan.
" Di AS proporsi perbankan lebih kecil dibanding pasar modal. Orang beli obligasi, rights issue, dan menjual surat berharga di pasar modal," ungkapnya.
Untuk itu, OJK berambisi meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama akses ke pasar saham. Muliaman menambahkan pihaknya tengah merancang aturan guna mendorong penerbitan saham dengan nominal kecil oleh para emiten yang telah terdaftar di pasar bursa. Hal ini agar menarik masyarakat untuk masuk menanamkan investasinya.
" Kalau perlu membeli enggak perlu ke bank, bisa lewat supermarket terdekat," ungkapnya.
Investor pasar modal di Indonesia baru 400.000 orang, sehingga masih rendah dari segi kemampuan pendanaan. Hal ini juga belum menggambarkan potensi ideal, karena jumlah penduduk di Tanah Air mencapai 240 juta jiwa.
Sedangkan angka literasi keuangan dari survei OJK baru 22 persen atas seluruh populasi yang kebanyakan baru mencakup pemahaman mengenai fungsi perbankan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya