Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Laporan Islamic Finance Development 2014 mencatat beberapa negara berhasil mendapatkan nilai tinggi dalam indikator perkembangan keuangan Islam. Indikator tersebut meliputi pertumbuhan kuantitatif, pengetahuan, pemerintah, Corporate Social Responsibility (CSR), dan kepedulian.
Sudah barang tentu, pemain lama di sektor keuangan syariah mampu berada di peringkat teratas dalam daftar negara dengan pertumbuhan keuangan syariah terbaik. Negara tersebut adalah Malaysia dan Bahrain.
" Malaysia mendapatkan nilai yang konsisten dalam setiap indikator. Sementara Bahrain, meskipun negara kecil tetapi memiliki bisnis syariah yang berkembang pesat," tulis laporan tersebut yang dikutip, Kamis, 4 September 2014.
Namun, negara Oman, tampaknya mampu mengejar pertumbuhan keuangan syariah dengan cepat sehingga melewati negara-negara yang lebih dulu menerapkan sistem keuangan syariah seperti Indonesia. Oman baru menerapkan sistem keuangan syariah pada tahun 2011, sementara Indonesia telah menerapkan sistem tersebut sekitar tahun 1990.
Oman dalam laporan tersebut menduduki peringkat 3 dengan nilai indikator 64, sementara Indonesia berada di peringkat 12 dengan nilai indikatornya hanya 28.
" Anak baru yang memiliki debut menakjubkan dengan mendapatkan nilai yang tinggi pada setiap indikator. Kekuatan Oman bertumpu pada kesuksesan kerangka peraturannya," jelas laporan itu.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan aset keuangan syariah dunia mencapai US$ 1.658 triliun pada akhir tahun 2013. Aset tersebut terkonsentrasi di tiga negara utama yaitu, Malaysia, Arab Saudi, dan Iran. Dari total aset tersebut, sebanyak 73% atau US$ 1,2 triliun merupakan aset perbankan syariah.
Malaysia pada peringkat pertama dalam daftar negara dengan aset keuangan syariah terbesar memiliki aset sebanyak US$ 423,3 triliun. Arab Saudi pada peringkat dua memiliki aset US$ 338,1 triliun, Iran US$ 323,3 triliun, Uni Emirat Arab asetnya US$ 140,3 triliun, dan Kuwait memiliki aset keuangan Islam sebesar US$ 92,4 triliun.
Pada peringkat 6, Qatar tercatat memiliki aset keuangan syariah sebesar US$ 81 triliun, Bahrain sebanyak US$ 35,6 triliun, Turki asetnya sebesar US$ 51,2 triliun, Indonesia pada peringkat kesembilan memiliki aset US$ 35,6 triliun, dan Bangladesh di peringkat 10 memiliki aset keuangan syariah sebesar US$ 19 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya