Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Tertekan Sentimen Global

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 4 September 2014 09:52
Indeks Syariah Tertekan Sentimen Global
Rekor IHSG yang dicapai pada perdagangan kemarin kembali terkoreksi setelah muncul sentimen negatif dari luar negeri.

Dream - Pelaku pasar saham Indonesia berbalik arah setelah kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru. Koreksi yang terjadi di bursa Amerika Serikat dan regional membuat pelaku pasar menarik sebagian dananya.

Pelemahan juga sedikit dipicu oleh aksi tarik dana pemodal asing yang menjual sahamnya senilai Rp 35 miliar.

Pada pra pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 4 September 2014, IHSG hanya naik tipis 1,15 poin (0,02%) ke level 5.225,28. Penguatan disokong naiknya harga saham dari 77 emiten.

Sayangnya, penguatan tipis di jelang dimulainya perdagangan ini tak berlanjut di sesi pembukaan IHSG melemah 2,82 poin (0,04%) ke level 5.221,91.

Sebanyak 305,47 juta saham telah ditransaksikan di awal perdagangan ini. Nilai transaksi yang tercipta mencapai Rp 341,46 miliar.

Hal yang sama terjadi pada indeks acuan saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang sempat dibuka menguat ke level 171,95, justru berbalik arah ke zona hijau. Indeks ISSI sempat melemah ke level terendah 171,66.

Beruntung, indeks ISSI mampu kembali bergerak ke zona hijau dan kini telah menguat 0,08 poin (0,04%) ke level 172,03. Naiknya harga saham dari 97 emiten syariah membantu indeks ISSI kembali bergerak menguat.

Di awal perdagangan ini, sebanyak 7,19 miliar saham telah ditransaksikan pelaku pasar. Alhasil, uang yang berputar mencapai Rp 862,37 miliar.

Nasib kurang beruntung dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Meski sempat menyentuh zona hijau, indeks JII masih dalam tekanan kuat sehingga melaju melemah.

Pada sesi pembukaan, indeks JII sudah dibuka melemah ke level 707,02. Sempat menghijau ke 707,28, indeks JII saat ini sudah terkoreksi 0,38 poin (0,05%) ke level 706,83.

Separuh pengisi daftar indeks JII masih berkutat di zona merah. Sementara 7 lainnya masih mampu bertahan di zona hijau.

" Dengan rekor IHSG sebagai resisten, rasa-rasanya berat bagi IHSG untuk mencetak rekor hari ini, mengingat kenaikan Dow Jones Industrial (DJI) semalam hanya sebesar tipis, 10,72 poin (0,06 persen)," kata Kepal Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Kenaikan tipis tersebut, telah membawa indeks di kawasan Asia, pagi ini cenderung untuk bergerak flat-turun, dengan koreksi sekitar 0,5 persen.

Beri Komentar