Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah RI melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menerbitkan sukuk global senilai US$ 1,5 miliar atau Rp 18 triliun. Sukuk ini memiliki tenor 10 tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2024.
Sukuk Global ini akan diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia dan akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange. Setelmen (penyelesaian transaksi) akan dilaksanakan pada tanggal 10 September 2014.
" Sukuk global ini diterbitkan pada harga par dengan imbalan sebesar 4,35% dan telah memperoleh peringkat Baa3 dari Moody's, BB+ dari S&P, dan BBB- dari Fitch," tulis keterangan pers yang dikutip, Kamis 4 September 2014.
Penerbitan Sukuk Global ini adalah penerbitan kelima Sukuk berdenominasi Dolar Amerika Serikat dan ketiga kalinya diterbitkan di bawah Program penerbitan Sukuk Global (Islamic GMTN) yang telah ditingkatkan menjadi senilai US$ 5 miliar.
Transaksi tersebut dilaksanakan sejalan dengan rencana pembiayaan Pemerintah tahun 2014, sekaligus untuk memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di kawasan Asia.
Struktur Sukuk Global ini didasarkan pada prinsip syariah dengan menggunakan struktur Wakalah. Underlying Sukuk Global ini terdiri dari (i) Barang Milik Negara yang disewakan kepada Pemerintah dan (ii) proyek-proyek Pemerintah.
Setelah dilaksanakan Roadshow yang meliputi kawasan pusat utama di Asia, Timur Tengah dan Eropa, transaksi ini mendapat respon yang sangat baik oleh para investor global dan menghasilkan jumlah penawaran yang besar dengan lebih dari 390 investor memesan lebih dari US$ 10 miliar sehingga lebih dari 6 kali oversubscribed.
Sukuk Global ini menarik minat dari berbagai kelompok investor domestik dan internasional. Sebaran investor berdasarkan wilayah meliputi 35% investor Syariah dan Timur Tengah, 10% investor Indonesia, 20% investor wilayah Asia selain Indonesia, 20% investor Amerika dan 15% investor Eropa. Jika dilihat dari jenis investor, alokasinya adalah 57% kepada funds, 28% kepada bank, 13% kepada bank sentral dan sovereign wealth funds dan 2% investor lainnya.
Joint Lead Managers dan Bookrunners yang ditunjuk Pemerintah untuk transaksi ini adalah CIMB, Emirates NBD Capital, HSBCdan Standard Chartered Bank. Sedangkan Co-managers untuk transaksi ini adalah Abu Dhabi Islamic Bank, Dubai Islamic Bank, National Bank of Abu Dhabi, PT Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya