Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dalam persaingan mencari kerja, surat resume adalah senjata andalan para pelamar. Gagal memberi kesan terbaik lewat surat lamaran, pupus sudah harapan mendapat pekerjaan idaman.
Selain surat resume, memang banyak startegi penting lain yang harus disiapkan untuk memikat perusahaan. Namun ada satu hal yang pasti membuat bagian SDM melirik Anda.
Para pencari tenaga kerja ternyata menginginkan pekerja yang memiliki keahlian sosial.
Ini bukan karangan semata. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil penelitian ekonomi tenaga kerja terbaru.
Belum lama ini The New Yor Time;s Upshot mengeluarkan laporan tentang fenomena yang muncul dari makalah seorang profesor pendidikan dan ekonomi dari Universitas Harvard, David Deming.
Sang profesor mengatakan, keahlian sosial dan kemampuan membawa sentuhan manusiawi ke tempat beerja menjadi semakin penting seperti halnya otomatisasi dan teknologi.
" Disaat komputer menonjolkan keahlian tugas kognitif yang semakin kompleks, hubungan manusia yang sederhana terbukti tak bisa dibuat lewat mesin," ulas laporan tersebut.
Sejak tahun 1980, profesi yang membutuhkan keahlian sosial tinggi telah menunjukan hubungan yang unik terhadap distribusi gaji.
" Lebih jauh, pekerjaan dan kenaikan gaji telah semakin meningkatkan kebutuhan terhadap keahlian kognitif dan sosial."
Jadi jika Anda lebih banyak menghabiskan waktu kuliah untuk bergaul daripada menjadi mahasiswa yang serius, ini tentu menjadi kabar baik.
Tapi kabar buruknya, kamu harus melipat gandakan keahlian sosial ini dengan pendidikan dan pelatihan.
(Sumber: Cheatsheet)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya