Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Pixabay.com
Dream - Media sosial China baru-baru ini diguncang oleh kisah kontroversial seorang pria yang menggugat anak tirinya setelah menceraikan ibunya.
Pria tersebut meminta kompensasi kepada sang anak tiri untuk biaya membesarkannya.
Hanya beberapa bulan setelah menceraikan istrinya, seorang pria bermarga Tang dari Kota Chongqing dilaporkan membawa anak tirinya, Liu, ke pengadilan.
Menurut Oddity Central, pria itu meminta 35.200 yuan atau sekitar Rp76,8 juta sebagai kompensasi atas uang yang dihabiskan untuk membesarkannya selama pernikahan.
Tang dilaporkan menikahi ibu Liu pada 2009 ketika bocah itu berusia 10 tahun dan membantu membesarkannya.
Hingga pada tahun 2021, ibu Liu mengajukan gugatan cerai.
Sekitar tiga bulan setelah perpisahan, Tang mengajukan gugatan terhadap anak tirinya. Ia meminta lebih dari 30.000 yuan sebagai kompensasi untuk biaya hidup.
Sengketa hukum yang diajukan Tang itu memicu kemarahan di antara jutaan orang yang menonton video persidangan di platform mirip Twitter China, Sina Weibo.
Sebagian besar dari mereka yang berkomentar, menuduh Tang membalas dendam pada anak tirinya setelah pernikahannya gagal, dan tidak pernah benar-benar merawatnya dengan tulus.
“ Tang mulai membantu membesarkan Liu begitu dia menikahi ibu Liu. Sekarang Tang ingin uangnya kembali, ini terlihat seperti balas dendam setelah pernikahannya gagal," tulis seseorang.
“ Bahkan setelah membesarkan anak itu selama 10 tahun, sepertinya dia tidak pernah memperlakukannya seperti anak. Itu sangat menyedihkan," komentar yang lain.
Karena tidak masuk akal, pengadilan lokal di Chongqing menolak permintaan Tang. Pihak pengadilan memutuskan bahwa biaya yang dia minta untuk kompensasi dianggap telah diberikan secara sukarela.
" Tang memilih untuk mendukung Liu, meskipun tahu dia tidak memiliki tanggung jawab hukum untuk membayar kuliahnya di universitas karena Liu telah mencapai usia 18 tahun," kata hakim ketua.
“ Di China, anak-anak secara hukum sudah dewasa setelah berusia 18 tahun, dan orang tua tidak lagi diharapkan untuk menanggung biaya hidup mereka," tambah sang hakim.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya