Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Peserta Mengerjakan Tes SKD CPNS.
Dream - Serba-seri proses ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memang beragam. Dari banyak peserta yang gagal lolos batas passing grade, hingga cerita-cerita para peserta tes yang terdengar kocak.
Pengalaman kali ini datang dari tanah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sosok peserta itu bernama roswita Roswita Yusbela Derwian.
Kejadian ini berlangsung usai Roswita mengkuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang diselenggarakan pada Sabtu, 10 November 2018 lalu. Nama Roswita dinyatakan lolos.
Roswita adalah salah satu dari tiga peserta yang mencapai passing grade untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada sesi IV hari ketujuh tes CPNS. Dua peserta lainnya adalah Klaudiana Lunur dan Fransiskus Suhardi. Ketiganya merupakan pelamar formasi guru bidang studi Matematika.
Dia melamar untuk formasi di SMPN 15 Satar Mese. Dua rekannya melamar untuk formasi lain di SMP Satu Atap Pong Meleng.
“ Saya sempat ragu,” ujar Roswita kepada para wartawan di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikutip dari Floresa, Selasa 13 November 2018.
Menurut Roswita keraguannya mengikuti seleksi CPNS ini bukan karena kemampuannya untuk lolos seleksi yang dikenal ketat itu. Alasan Roswita ternyata benar-benar diluar perkiraan.
Sang pujaan hati Roswita ternyata sempat melarangnya mengikuti tes CPNS.
“ Saya dilarang calon suami saya untuk jadi PNS. Ini yang berat bagi saya. Saya ikut tes ini secara diam-diam,” kata dia.
Alumnus FKIP Universitas Kanjuruhan Malang tahun 2016 itu sudah bertunangan dengan seorang anggota TNI Angkatan Laut, yang kini bertugas di Maumere, Sikka.
“ Dia mau, setelah nikah saya harus ikut dia,” kata wanita kelahiran Lukup, Satar Mese Utara.
Statusnya yang masih menjadi guru Matematika di SMK St Aloysius, juga menjadi soal lain. Dia masih terikat kontrak dengan sekolah itu hingga Maret 2019 dan pilihannya untuk mengikuti tes, membuatnya harus berhenti bekerja.
“ (Saya) sempat bimbang sampai tadi. Saya yakin (untuk ikut), satu jam sebelum tes. Saya hampir terlambat datang tes,” kata perempuan kelahiran 1994.
Roswita menjelaskan, kakaknya yang kemudian membuat ia memantapkan keputusan. “ Kaka memotivasi saya untuk ikut. Kebetulan kakak kemarin ikut tes,” kata dia.
Dalam kebimbangan itu, Roswita tak sempat mempersiapkan diri dengan baik. Namun ia percaya diri mengerjakan soal-soal tes karena pengalamannya mengikuti seleksi guru di SMK St Aloysius.
“ Saat masuk di SMK Aloysius itu kami mengikuti tes seperti ini,” kata dia.
(Sah, Sumber: Floresa)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya