Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Rumah Susun. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengakui warga DKI Jakarta berpenghasilan di bawah upah minimum provinsi (UMP) akan kesulitan mengikuti program rumah DP 0 rupiah. Namun Pemprov DKI Jakarta telah merancang solusi untuk masalah tersebut.
“ Tadi beberapa teman-teman di Ciracas, Jakarta. Faktanya, mereka tidak bisa masuk skema 0 rupiah karena pendapatan di bawah (UMP),” kata Sandiaga di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Senin 22 Januari 2018.
Sandiaga mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan membuatkan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) agar warga berpenghasilan di bawah UMP bisa menyewa.
“ Nah, di situ mungkin intervensi pemerintah untuk memberikan opsi lain. Dulu, terpikir opsinya dibuatkan rusunawa. Jadi mereka menyewa di situ,” kata dia.
Sekadar informasi, pemerintah provinsi DKI Jakarta telah meresmikan pembangunan DP 0 rupiah di Klapa Village. Rumah susun ini terdiri atas 20 lantai dengan 703 unit yang terdiri atas 513 unit tipe 36 dan 190 unit tipe 21.
Harga rumah ini mencapai Rp320 juta untuk tipe 36 dan Rp185 juta untuk tipe 21. Rumah-rumah ini diperuntukkan bagi warga yang berpenghasilan maksimal Rp7 juta per bulan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengakui tidak semua warga Jakarta berpenghasilan rendah bisa menikmari rumah DP 0 rupiah. Untuk itu, sistem sewa bisa menjadi solusi agar warga Jakarta bisa mendapatkan rumah.
“ Mereka tidak mungkin bisa masuk kategori yang bankable. Mereka yang bankable, kan harus berpenghasilan cukup agar 30 persen bisa untuk kredit. Mereka yang berada di bawah, mau tidak mau akan sangat sulit,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya