Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Waspada Efek BI Rate, Indeks Syariah Tetap Menanjak

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 19 November 2014 16:25
Waspada Efek BI Rate, Indeks Syariah Tetap Menanjak
Penembusan resisten IHSG memicu tren penguatan jangka menengah dan panjang.

Dream - Bursa Efek Indonesia (BEI) tampaknya sedang mengejar ketertinggalannya dari pasar modal Asia. Ditengah sentimen kenaikan BBM dan BI rate, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru kembali menguat signifikan.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 19 November 2014, IHSG kembali menguat signifikan sebesar 25,46 poin (0,5%) ke level 5.127,93.

Sebanyak 200 emiten memantapkan posisi IHSG di level 5.100. Sementara 130 emiten yang bergerak melemah serta 74 emiten stagnan tak cukup kuat menggeser laju positif indeks.

Transaksi perdagangan saham kali ini melibatkan 57,32 juta saham dengan nilai mencapai 5,67 triliun.

Hingga pertengahan pekan, pemodal asing masih tetap mempertahankan aksi belinya. Bahkan kini nett buy asing bergerak naik menjadi Rp 431 miliar.

Kabar naiknya suku bunga acuan BI Rate memancing pelaku pasar melakukan aksi spekulasi terhadap emiten ini. Indeks sektor properti tercatat memimpin penguatan sebesar 1,67 persen, diikuti perdagangan 0,92 persen, dan infrastruktur 0,56 persen.

Bertahannya aksi beli pelaku pasar juga mempertahankan dua indeks saham syariah di jalur positif.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,81 poin (0,5%) ke level 164,62. Penguatan disokong naiknya harga saham daru 134 emiten sementara 59 lainnya tertinggal di zona merah.

Pelaku pasar melakukan aksi jual beli terhadap 43,05 juta saham dengan nilai mencapai Rp 3,75 triliun.

Sepanjang perdagangan, ISSI tampaknya cukup percaya diri melaju di zona hijau. Bergerak berfluktuatif, ISSI sempat menyentuh level tertinggi 164,93.

Penutupan di zona hijau juga dicetak indeks saham bluechips syariah (Jakarta Islamic Index/JII) yang menguat 2,88 poin (0,43%) ke level 678,64.

Meski tersisa 6 emiten di zona merah, aksi beli pemodal membuat 21 emiten bluechips syariah menikmati kenaikan harga saham.

Indeks JII sempat menembus level tertinggi di 680,14.

Dari kawasan regional, bursa saham Indonesia bergerak berlawanan dengan sebagian besar indeks saham utama Asia. Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng mencetak pelemahan 0,32 persen dan 0,66 persen.

IHSG hanya ditemani Strait Times Singapura yang menguat 0,63 persen.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menilai penembusan resisten 5.117 membuat outlook jangka panjang dan menengah IHSG semakin bagus.

" Untuk tahun 2015, IHSG bakal memiliki peluang untuk mencapai level tertinggi di kisaran 6100 - 6250," katanya. (Ism)

Beri Komentar