Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Pandemi Covid-19 menyebabkan lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia masuk ke dalam jurang kemiskinan. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia, Minggu 12 Desember 2021, penyebab meningkatnya kemiskinan karena masyarakat harus membayar layanan kesehatan dari kantong mereka sendiri selama puncak pandemi.
Dikutip dari Channel News Asia, pandemi covid-19 telah mengganggu layanan kesehatan dan memicu krisis ekonomi terburuk sejak 1930-an. Akibatnya, semakin sulit bagi masyarakat untuk membayar perawatan kesehatan.
" Semua pemerintah harus segera melanjutkan dan mempercepat upaya untuk memastikan setiap warganya dapat mengakses layanan kesehatan tanpa takut akan konsekuensi finansial," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Tedros mendesak pemerintah agar fokus pada sistem perawatan kesehatan. Setiap orang harus mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa kesulitan keuangan.
Perawatan kesehatan adalah masalah politik, terutama di Amerika Serikat, salah satu dari sedikit negara industri yang tidak memiliki perlindungan universal bagi warganya.
Secara global, pandemi memperburuk keadaan dan cakupan imunisasi turun untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Hal ini megakibatkan angka kematian akibat tuberkulosis dan malaria meningkat.
“ Dalam ruang fiskal yang terbatas, pemerintah harus membuat pilihan sulit untuk melindungi dan meningkatkan anggaran kesehatan,” kata Juan Pablo Uribe, direktur global untuk kesehatan, nutrisi, dan populasi di Bank Dunia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya