Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Desa Ini Hasilkan Puluhan Miliar Rupiah Per Tahunnya Dari Batu. (Foto: Oddity Central)
Dream – Sebuah desa kecil di China tersohor sebagai salah satu pemasok utama batu hias. Meski hanya tingkat desa, penghasilan warganya tak main-main. Mereka bisa mendapat pemasukan sampai puluhan miliar rupiah.
Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 24 April 2021, desa ini bernama Desa Hejiana. Lokasinya tepat berada di Sungai Yangtze, Sichuan, Tiongkok. Desa ini dikelilingi oleh pegunungan hijau yang tertutup hutan. Keindahannya membuat desa ini didatangi turis dari manca negara setiap tahunnya.
Namun, pariwisata bukanlah pemasukan utama lokal desa Hejiba. Warganya menggantungkan hidup dari penjualan batu sungai hias. Batu-batu yang dijual berukuran besar-besar tidak seperti giok kecil untuk kalung atau cincin.
Setiap tahunnya desa ini bisa menghasilkan 20 juta yuan atau sekitar Rp44,58 miliar).
Batu yang didapatkan warga desa saat musim kemarau di Sungai Yangtze. Batu ini didapatkan antara Februari-April. Ratusan penduduk desa akan menyisir tepian sungai untuk mendapatkan batu hias.
Ada lebih dari 3 ribu hektar pantai batu sungai berkerikil yang membentang hampir 10 kilometer sepanjang tepi sungai, jadi ada banyak batu yang dapat disusuri. Sayangnya, agak sulit untuk menemukan batu yang mahal.
Batuan dari desa Hejiaba bisa terkenal di kalangan kolektor batu karena memiliki pola batu yang menarik. Beberapa di antaranya memicu pareidolia dari orang yang melihat. Ada juga yang memiliki pola hampir geometris, kemudian yang lain indah untuk dilihat.
Batu-batu yang dikumpulkan warga setempat nantinya akan dipilah agar menemukan batu yang paling banyak dicari pasar. Proses ini akan dilakukan oleh laki-laki usia di atas 30 tahun yang sudah paham betul dengan batuan dan pasar batuan.
Para pekerja atau lelaki itu nantinya akan membersihkan batu. Batu akan ditempatkan di rak kayu khusus dan kemudian akan dijual ke pihak yang berkepentingan dengan harga yang sesuai dengan jenis batuannya.
Satu batu yang sangat berharga bisa saja dijual dengan harga ribuan yuan bahkan puluhan hingga ratusan ribu yuan. Salah satu batu bernama ”Difficult Shu Road” dilaporkan dijual seharga 100 ribu yuan atau setara dengan Rp227 juta.
Bisnis batu hias ini menarik banyak perhatian salah satunya perhatian media. Bisnis yang tidak biasa ini dapat menghidupi banyak penduduk setempat bahkan hingga sangat makmur.
Setiap tahunnya, batu-batu baru akan mengalir di Sungai Yangttze dan dataran tinggi Qinghai, Tibet, kemudian akan hanyut di pantai dekat desa Hejiaba dan penduduk akan kembali mengumpulkan batu dan menyaringnya di setiap bulan Februari.
Bisnis batuan ini akan terus berjalan dan berkembang selama aliran sungai Yangzte dan permintaan batu hias tetap tinggi, penghasilannya juga akan stabil. Bahkan, penghasilan cenderung meningkat, melihat jenis batuan yang ada setiap tahunnya baru dan tidak ada sebelumnya.
(Laporan: Josephine Widya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya