Alasan Ilmiah Mengapa Kita Melupakan Selasa, Rabu dan Kamis

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 7 September 2015 09:01
Alasan Ilmiah Mengapa Kita Melupakan Selasa, Rabu dan Kamis
Setiap orang selalu menantikan akhir pekan karena itu hari seperti Jumat selalu diingat orang.

Dream - Selain hari Jumat, orang cenderung selalu mengingat hari Senin yang merupakan awal hilangnya kebahagiaan yang tersisa dari akhir pekan. Dengan hari Senin dan Jumat yang selalu menjadi sorotan, orang cenderung lupa dengan hari-hari lainnya yaitu Selasa, Rabu, dan Kamis.

Menurut para psikolog dari universitas-universitas seperti Lincoln, York dan Hertffordshire lingkaran tujuh hari dalam seminggu memang memengaruhi cara berpikir orang tentang hari.

Mereka kemudian melakukan penelitian untuk menguji bagaimana representasi mental dari hari-hari dalam seminggu. Mereka melakukan penelitian mengapa orang bingung saat menyebutkan dan mengingat kembali hari-hari selain Senin dan Jumat.

Para peneliti meminta responden penelitian untuk membuat daftar kata-kata yang memiliki hubungan kuat dengan hari-hari dalam seminggu. Hasilnya, hari Senin selalu dikaitkan dengan kata-kata negatif, seperti membosankan, sibuk, dan lelah. Sebaliknya, hari Jumat diberi label kata-kata positif seperti pesta, kebebasan, pelepasan.

Sementara itu, hari Selasa, Rabu dan Kamis kurang memiliki makna yang kuat. Ketiga nama hari itu cenderung dilupakan dan sering membuat orang selalu bertanya di pertengahan minggu tentang 'ini hari apa'.

Manusia cenderung tidak mengingat hari Selasa, Rabu, dan Kamis sebaik hari Senin dan Jumat. Itu karena jarang mengucapkan kata hari Senin dan Jumat dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut para peneliti, manusia sangat jarang sekali mengatakan ketiga hari tersebut sesemangat saat datang hari Jumat, seperti mengatakan " Thank's God It's Friday" (TGIF). Kita tidak pernah mengatakan 'Hore, sudah hari Selasa'.

Penelitian menunjukkan sebanyak 40 persen responden tidak mengingat hari yang sedang mereka jalani. Bahkan beberapa responden menganggap hari itu adalah hari kemarin atau hari esoknya. Misalnya, hari Rabu yang kadang dikira hari Selasa atau hari Kamis.

Jumlah kesalahan akan semakin meningkat selama liburan seminggu. Responden juga diminta untuk menjawab dengan cepat dan benar tentang hari dalam seminggu. Hasilnya, hari Senin dan Jumat selalu disebut, padahal seharusnya menjawab hari Rabu.

" Siklus mingguan selama tujuh hari ini diulang sejak manusia lahir. Kami percaya setiap hari dalam seminggu memiliki karakter sendiri," kata David Ellis, pemimpin peneliti dari University of Lincoln School of Psychology.

(Ism, sumber: Medicaldaily.com)

Beri Komentar