Cara Mona Ratuliu Bangun Rasa Percaya Diri Anak

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Rabu, 29 September 2021 09:12
Cara Mona Ratuliu Bangun Rasa Percaya Diri Anak
Bisa ditiru, cara Mona Ratuliu membangun kepercayaan diri dan karakter buah hatinya.

Dream - Kepercayaan diri bukanlah sebuah bakat yang ada sejak lahir, tapi harus ditanamkan sejak dini. Biasanya, rasa kurang percaya diri anak terjadi karena larangan-larangan atau trauma anak yang disalahkan jika terjadi suatu hal.

Adanya rasa kurang percaya diri bisa membuat anak merasa enggan untuk mencoba hal-hal baru karena takut kecewa atau mengecewakan orang lain.

Tentunya tidak ada orangtua yang ingin anaknya tak percaya diri dan takut mencoba hal baru. Termasuk Mona Ratuliu,  aktris cantik ini selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang buah hatinya.

Mona Ratuliu© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Dari anak-anakku kecil, aku sudah menstimulasi anak untuk lebih percaya diri dan punya karakter yang bertanggung jawab, dan jujur dan inner strengths,” ujar Mona, pada konferensi virtual Biskuat Generasi Tiger, September 2021.

Mona menambahkan kalau percaya diri bukanlah berani tampil di depan banyak orang, tapi saat si kecil berani untuk mencoba hal baru. Tidak takut salah dan yakin akan kemampuannya.

Salah satu cara Mona untuk menstimulasi rasa percaya diri sang buah hati, dengan meminta sang anak pertama yang akrab dipanggil Kakak untuk memasak.

“ Agar kakak bisa yakin dengan dirinya sendiri, aku sering suruh dia masak supaya dia pede kalau bisa masak,” tambah Mona.

1 dari 3 halaman

Rencanakan dan Tidak Memaksa Anak

Mona juga selalu merencanakan apapun yang berhubungan dengan pendidikan anak selama di rumah. Jadi, ia dan suami kompak untuk membentuk karakter positif anak agar keempat buah hatinya tumbuh dengan optimal.

Mona juga berusaha tidak memaksakan kehendaknya untuk kehidupan anak. Sebagai orangtua Mona hanya mengarahkan ke arah yang positif dan membebaskan anak memilih minatnya.

Biskuat© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Aku gak mau memaksakan anakku untuk suka suatu hal, biarkan dia aja yang pilih. Si kakak juga terlihat bakatnya saat SMA,”

Mona menyarankan para orangtua jangan terpengaruh dengan prestasi anak orang lain yang membuat anak sendiri merasa ditekan.

“ Sebenarnya kita gak perlu khawatir lihat anak orang lain kayak gini kayak gitu. Yang penting di usia dini, anakku inner strengths nya dulu, jadi seseorang yang percaya diri, tangguh, berkarakter,” ujar Mona.

2 dari 3 halaman

Gerakan Generasi Tiger

Mendukung Mona Ratuliu dan orangtua lainnya untuk mendorong kepercayaan diri dan karakter anak yang tangguh, Biskuat mempersembahkan Gerakan Inisiatif Biskuat #GenerasiTiger.

Biskuat© Liputan Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Biskuat ajak orang tua, guru, pemerintah, serta masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menciptakan Generasi Tiger Indonesia yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, nilai akademis tetapi juga kekuatan dari dalam anak yang sesungguhnya”, ujar Maggie, Head of Marketing Mondelez Indonesia.

Salah satu tolak ukur keberhasilan anak-anak di masa depan adalah menumbukan kekuatan dari dalam yaitu kekuatan yang bukan hanya secara fisik atau akademis saja. Juga kuat secara mental yang tercermin dari kekuatan karakter, seperti berani, percaya diri, baik hati dan tangguh.

 

3 dari 3 halaman

Kerjasama Orangtua dan Tenaga Pendidik

Kekuatan karakter terbentuk di masa pertumbuhannya dan para orang tua dan pendidik memiliki peran penting dalam masa-masa tersebut.

Kak Seto© Liputan Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Setiap anak memiliki potensi dan kekuatan dari dalam. Agar dapat terpancar, anak-anak membutuhkan dukungan dari orang tuanya sehingga menjadi lebih optimal,” tambah Kak Seto selaku Brand Ambassador Biskuat #GenerasiTiger, seorang psikolog anak.

Hal yang juga penting adalah pendidikan karakter yang dilakukan dalam ruang lingkup sekolah. Para guru harus senantiasa mendorong anak didiknya untuk menjadi pribadi yang berkarakter.

“ Hal ini diimplementasikan oleh para guru saat berinteraksi dengan anak didik sehingga mereka dapat terus menggali kekuatan dari dalam,” kata Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, Ketua Pengurus Besar PGRI dan Ketua PGRI Smart Learning and Character Center pada kesempatan yang sama.

Generasi Tiger Indonesia, Biskuat menghadirkan Komitmen Bersama Biskuat #GenerasiTiger yang dapat ditandatangani oleh para orang tua di Indonesia.

Biskuat© Liputan Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Gerakan ini mengajak para orang tua bersama-sama memberikan dukungan serta menggali potensi anak lebih dalam sehingga setiap anak dapat memiliki kekuatan dan potensi yang sesungguhnya yang penting untuk perkembangan dan masa depannya.
 
Komitmen Bersama Biskuat #GenerasiTiger berlangsung dari 21 September 2021 hingga 13 November 2021 dan dapat diakses melalui www.generasitiger.com.

(mut)

Beri Komentar