Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Source: Shutterstock.com
Dream - Sangat banyak penyakit yang diawali dengan gejala ringan. Namun jika tidak segera diatasi, bisa berakibat fatal.
Maka dari itu, kita perlu mencari tahu penyebab dari kondisi tubuh sesegera mungkin. Salah satu penyakit yang memiliki gejala cukup ringan adalah Sjorgen's syndrome.
Penyakit yang merupakan bagian dari autoimun ini memiliki gejala mata, tenggorokan atau air liur kering. Meski gejalanya cukup ringan, penyakit ini bersifat kronik dan sistemik.
Sehingga, dapat mempengaruhi saraf atau organ lain, seperti paru-paru, ginjal dan lain-lain. Terdapat 4 hal yang menyebabkan seseorang terkena Sjorgen's syndrome, yaitu pengaruh genetik, penurunan hormon estrogen, faktor lingkungan dan stres kronik.
" Seseorang yang memiliki faktor genetik untuk mengidap autoimun tidak akan terkena jika tidak ada faktor lingkungan seperti infeksi virus, paparan polusi, pemakaian silikon serta ketidak seimbangan mikrobiota di saluran pencernaan maupun mulut," ujar Alvina Widhani, Dewan Pembina Yayasan Sjorgen's Syndrome Indonesia, dalam webinar 'Kenali Sjorgen's Syndrome', Kamis kemarin.
Orang di atas 40 tahun hingga 60 tahun juga lebih rentan mengidap Sjorgen's syndrome karena penurunan produksi hormon estrogen. Apalagi, jika kekurangan vitamin D.
" Jadi, penyakit ini 90 persen diderita oleh wanita di usia 40 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan diidap di usia lebih muda atau tua" .
Adapun gejala yang dihadapi pengidap di antaranya adalah mata, tenggorokan, kulit, hidung, mulut atau miss V kering, nyeri sendi, mudah lelah, pembengkakan kelenjar air liur, sering mengalami GERD, neuropati serta sulit mengingat.
Ketika sudah didiagnosa mengidap Sjorgen's syndrome, biasanya pasien akan diminta memperbaiki pola makan, berolahraga ringan secara teratur atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Untuk mencegah penyakit ini, kamu bisa mengontrol stres, mencukupi vitamin D melalui makanan atau suplemen, mengurangi paparan polusi maupun pemakaian silikon, menjalani pola makan sehat serta mendiagnosa dini supaya terhindar dari komplikasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun