Israel Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Anak 5-11 Tahun

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 29 Juli 2021 13:18
Israel Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Anak 5-11 Tahun
Pihak Kementerian Kesehatan Israel membuat syarat khusus.

Dream - Vaksin Covid-19 untuk anak-anak di bawah 12 tahun saat ini masih dalam tahap pengembangan. Vaksin yang sudah boleh diberikan adalah untuk anak usia 12 hingga 18 tahun.

Rupanya ada kabar terbaru dari Israel terkait vaksin Covid-19 untuk anak. Pihak Kementerian Kesehatan Israel baru saja mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 dari Pfizer untuk anak 5 hingga 11 tahun.

“ Karena kami tidak pernah mengimunisasi (Covid-19) anak-anak seusia ini dan kami memutuskan dosis khusus – 10 mikrogram, bukan 30 mc. – kami masih belum tahu,” kata Dr. Doron Dushnitzky, spesialis pediatrik dari Leumit Health Services dan anggota Midaat Association for Informed Health, dikutip dari The Jerusalem Post.

Secara khusus, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa 'ada situasi khusus di mana vaksinasi dapat dipertimbangkan untuk anak-anak' antara usia lima dan 11 tahun. Mereka juga mengumumkan bahwa vaksinasi untuk anak-anak yang lebih kecil 'tidak direkomendasikan saat ini'. Vaksin diberikan terbatas pada anak yang memiliki risiko tinggi seperti memiliki penyakit serius.

 

1 dari 5 halaman

Anak-anak 5-11 tahun yang memenuhi syarat untuk vaksinasi Covid-19 termasuk mereka yang sangat gemuk (obesitas) dengan BMI 99% lalu anak yang memiliki gangguan perkembangan saraf seperti kejang dan sindrom bawaan, penyakit paru-paru kronis yang parah, imunosupresi parah, kanker, dan masalah jantung.

Dushnitzky mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan lonjakan permintaan untuk vaksinasi Covid-19 bagi kelompok anak berisiko. Pasalnya, pemberian vaksin Covid-19 pada anak usia 5-11 perlu persetujuan dari komite khusus Kementerian Kesehatan, maupun dari orang tua.

“ Tidak setiap situasi akan disetujui,” tegasnya.

 

2 dari 5 halaman

Ini bukan pertama kalinya Israel membuat langkah berani sebelum disetujui oleh Food and Drug Administration AS atau European Medicines Agency. Mulai awal Februari 2021, Kementerian Kesehatan Israel memberikan vaksin Covid-19 pada belasan anak berusia 12 hingga 16 tahun yang dianggap berisiko terkena Covid-19 meski sejumlah regulator obat belum menyetujuinya.

Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia Agustus 2021© MEN

Sekitar 1.000 anak remaja di bawah 16 tahun divaksinasi selama saat itu. Israel juga mulai memvaksinasi remaja 12-15 pada awal Juni, tetapi kemudian vaksinasi hanya direkomendasikan untuk remaja muda yang berisiko tinggi.

3 dari 5 halaman

Tak Hanya Suntikan, Vaksin Covid-19 Bakal Tersedia dalam Bentuk Inhaler

Dream - Sejauh ini, vaksin Covid-19 di seluruh dunia baru tersedia dalam bentuk cair dan diberikan melalui injeksi atau suntikan. Bagi sebagian orang, bentuk ini cukup menakutkan.

Di masa mendatang, vaksin akan bertransformasi dalam bentuk inhaler, bahkan pil. Sehingga bisa diakses masyarakat secara lebih mudah.

Dikutip dari BBC, ahli kimia Ingemo Andersson dan timnya di Medicon Village, laboratorium terbesar di Swedia, berhasil mengembangkan bubuk vaksin dalam kemasan plastik inhaler. Ukurannya hanya setengah dari korek api.

Andersson dan timnya berharap produk kecil yang mereka hasilkan dapat membantu memerangi virus Covid-19 di masa mendatang. Ke depan, vaksin akan diproduksi Iconovo dan akan tersedia dengan harga terjangkau.

" Ini sangat mudah dan murah diproduksi," ujar Johan Waborg, CEO Iconovo yang merupakan produsen inhaler untuk asma.

" Cukup keluarkan sedikit plastik dan inhaler vaksin akan segera aktif," ucap Waborg melanjutkan.

Penggunaan vaksin ini juga sangat mudah, seperti memakai produk untuk mpenyakit asma. Pengguna cukup memasukkan alat ini ke mulut, lalu menyedot dan mengembuskannya.

4 dari 5 halaman

Dalam Pengembangan

Iconovo bekerja sama dengan start-up penelitian imunologi di Stockholm, ISR, telah mengembangkan vaksin bubuk kering untuk Covid-19. Vaksin ini diproduksi dengan protein seperti pada virus Covid-19, tidak seperti buatan Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca yang menggunakan RNA atau DNA dari protein tersebut.

Vaksin bubuk tersebut diklaim dapat bertahan pada suhu hingga 40 derajat Celcius. Produk ini sangat berbeda dengan vaksin yang sedang diedarkan sekarang, yang berbentuk cair dan sudah disetujui WHO.

Profesor imunologi di Karolinska Institute, Ola Winquist, mengatakan, bubuk vaksin ini juga berbeda dengan vaksin biasanya yang harus disimpan dalam botol kaca dengan suhu rendah hingga -70 derajat Celcius. Vaksin bubuk ini tidak perlu didinginkan sehingga mempermudah distribusi.

Meski demikian, vaksin bubuk ini masih dalam penelitian dan baru diuji klinis kepada tikus. Rencananya, dua bulan ke depan akan diuji kepada manusia.

ISR dan Iconovo telah mengumpulkan dana yang cukup untuk memulai studi pada manusia dalam dua bulan ke depan. Juru bicara perusahaan mengatakan vaksin bubuk potensial memudahkan distribusi, administrasi, dan kepatuhan masa depan.

 

5 dari 5 halaman

Mudah Didistribusikan

Vaksin ini dapat membantu orang yang takut jarum suntik. Juga sangat efektif didistribusikan hingga ke daerah yang sulit dijangkau.

Juru Bicara Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi, Ingrid Kromann, berharap vaksin tersebut bisa segera diproduksi. Sehingga krisis yang sedang terjadi segera pulih dan mencegah semakin banyak korban berjatuhan.

Kromann mengatakan pengembangan vaksin ini masih cukup jauh. Masih ada banyak tahapan yang dilalui, bahkan sebelum diproduksi secara massal.

" Tetapi, jika vaksin bubuk berhasil diluncurkan, itu akan menjadi suatu pencapaian yang berdampak besar," kata Kromann.

Kromann juga mengatakan vaksin bubuk dapat membantu menghemat sejumlah anggaran vaksin. Dengan demikian, anggaran bisa dialihkan untuk hal lain.

Laporan: Delfina Rahmadhani

Beri Komentar