Kecewa Tak Punya Anak Lelaki, Pria Potong Alat Vital

Reporter : Eko Huda S
Senin, 29 Februari 2016 07:47
Kecewa Tak Punya Anak Lelaki, Pria Potong Alat Vital
Bukannya berusaha mendapat keturunan lagi, dia malah kecewa, nekat memotong alat vitalnya.

Dream - Seorang pria di Kota Quanzhou, China, nekat memotong kelamin. Aksi itu dia lakukan karena sangat kecewa tak dikaruniai anak lelaki.

Dalam tradisi China, anak lelaki memang diharapkan. Setidaknya untuk meneruskan keberlangsungan darah keluarga mereka. Dan inilah yang tak bisa dimiliki oleh pria A Yong –nama samaran.

Pria berusia 36 tahun ini sebenarnya sudah punya dua anak, semuanya perempuan. Satu anaknya berusia 13 tahun dan lainnya berusia 3 tahun.

Kedua putri itu rupanya tak cukup membuat A Yong bangga. Terlebih, salah satu putrinya itu dilaporkan telah dinodai oleh penduduk setempat.

Dia frustasi. Bukannya berusaha mendapat keturunan lagi, dia malah kecewa, nekat memotong alat vitalnya. Duh...

A Yong kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polisi Militer Fujian di Quanzhou pada pukul 11 malam, 15 Februari silam. Dia menjalani operasi selama 4 jam.

Setelah dioprasi, organ intim A Yong akhirnya bisa disambung. Dokter Huang yang melakukan operasi menyebut proses penyembuhan akan berlangsung 12 bulan.  (Ism) 

1 dari 3 halaman

Polisi Mutilasi 2 Anak Kandung untuk Persembahan, Sesat?

Dream - Polisi pemutilasi dua anak kandungnya di Melawi, Kalimantan Barat, Brigadir Petrus Baku, diduga membunuh kedua anaknya untuk sebuah persembahan. Pernyataan mengejutkan itu diungkapkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Badrodin mengatakan, pelaku sempat memberi pesan kepada istrinya aksi kejinya itu dilakukan untuk persembahan. Tetapi, tak dijelaskan persembahan untuk apa.

" Kata istri pelaku, Windri, anaknya dibunuh untuk persembahan. Rencananya, Windri, juga akan dihabisi," kata Badrodin, di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2016.

Windri, menurut Badrodin, sempat meminta pelaku untuk diambilkan minuman. Untungnya, Windri dapat melarikan diri.

‎" Sebelum saya kamu bunuh, saya minta diambilkan minum air putih. Lalu diambilkan dan dia lari keluar sehingga dibantu oleh masyarakat‎," kata Badrodin menirukan permintaan Windri.

Badrodin menambahkan, berdasarkan keterangan istri pelaku, Windri, keadaan Petrus dalam beberapa hari belakangan memang menunjukkan keanehan. Kelakuan Petrus tidak wajar untuk ukuran orang normal.

" Yang bersangkutan sering mengalami semacam kerasukan. Istrinya juga membenarkan jika dalam beberapa hari ini sering mengigau semacam dikejar-kejar," ucap dia. (Ism)

2 dari 3 halaman

Polisi Mutilasi 2 Anak: Terjadilah Padaku Seperti Perkataanmu

Dream - Anak adalah permata orangtua. Kasih sayang, jelas akan diberikan kepada mereka. Tetapi itu sepertinya tak berlaku bagi Brigadir Petrus Bakus. Anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat itu tega memutilasi dua anaknya yang masih balita.

Menurut kesaksian istri pelaku, Windri, sebelum peristiwa itu terjadi, Brigadir Petrus sempat memandikan Fabian dan Amora kedua anak mereka.

Tetapi, jelang tengah malam, Windri yang tidur terpisah dengan pelaku, terbangun dan melihat pelaku berdiri di depannya sambil memegang parang.

" Mereka baik. Mereka mengerti. Mereka pasrah. Maafkan papa ya, Dik," kata Windri menirukan ucapan pelaku.

Merasa aneh, Windri kemudian melihat ke dalam kamar yang digunakan pelaku dan dua anaknya. Di sana dia menyaksikan kedua anaknya sudah dalam keadaan tewas.

Windri pun segera meminta bantuan anggota satuan Intelkam Polres Melawi, Brigadir Sukadi. Windri diamankan ke dalam rumahnya.

Tak berselang lama, Brigadir Sukadi melihat pelaku keluar rumah dan duduk di teras rumahnya. Pelaku yang duduk kemudian mengucapkan kata-kata yang aneh.

" Sudah saya bersihkan, Bang. Saya menyerahkan diri," kata pelaku.

Tim Identifikasi Polres Melawi dan SPKT Polres Melawi tiba di TKP pada pukul 00.45 segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil olah TKP cukup mengejutkan.

" Posisi kedua korban berada di atas kasur. Kondisi beberapa bagian tubuh terpisah, ada luka bekas benda tajam di leher," tulis Kapolres Melawi, Ajun Komisaris Besar Polisi Cornelis MS Jumat, 27 Februari 2016.

Dalam olah TKP, polisi juga menemukan sejumlah pisau dalam keadaan bersih, satu buah batu asah, dan selembar kertas di atas meja makan dengan tulisan, " Terjadilah Padaku Seperti Perkataanmu."

Kasus yang kini ditangani Polres Melawi ini terus mencari motif pembunuhan.

Sementara ini, polisi menduga kejadian mengerikan ini diduga disebabkan oleh perselisihan suami istri. Sebab, menurut pengakuan Windri, dia dan pelaku sempat cekcok pada tiga hari yang lalu. (Ism) 

3 dari 3 halaman

Cemburu, Pria Mutilasi Kekasih Baru Mantan Pacar

Dream - Seorang pria di Shanghai baru-baru ini dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap kekasih baru mantan pacarnya.

Tidak hanya membunuh, tersangka bernama Zhu Maohua, 40, juga memutilasi tubuh korban dan memasukkannya ke dalam kantong sampah plastik.

Jaksa penuntut di Putuo mengatakan bahwa tersangka diyakini telah menikam Yuan Yi hingga tewas pada 31 Januari, setelah terjadi pertengkaran hebat dengan pria tersebut.

Menurut Shanghai Daily, Zhu masuk ke apartemen mantan pacarnya saat dia keluar dan menikam Yuan beberapa kali di perut sebelum membungkus tubuhnya. Setelah itu dia memasukkan mayat Yuan di mobil yang sudah disiapkan.

Kembali ke apartemennya di Changxing Island, Zhu memutilasi tubuh Yuan dengan gergaji listrik dan menaruh potongan-potongannya ke kantong sampah plastik.

Keduanya dikabarkan sempat bentrok beberapa pekan sebelum pembunuhan terjadi.

Saat itu Zhu melihat Yuan datang ke apartemen mantan pacarnya. Zhu memperingatkan mantan pacarnya bahwa dia akan membunuh orang.

Ancaman tersebut ternyata dibuktikan oleh Zhu dengan menghabisi dan memutilasi Yuan.

(Sumber: shanghaiist.com)

 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik