5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Serangan stroke pada beberapa kasus membuat pasiennya langsung lumpuh. Namun ada juga yang berupa stroke ringan. Untuk itu penting mengenali gejalanya dan melakukan pemeriksaan rutin.
Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak. Gejalanya cukup beragam. Awalnya seperti keluhan penyakit ringan, yaitu sakit kepala tiba-tiba, kelelahan, vertigo atau penglihatan yang buram.
" Gejala stroke bisa bermacam-macam. Banyak penderita datang tanpa tanda apa-apa. Tiba-tiba ada serangan lokal seperti gangguan pada tangan, kaki atau fungsi wicara, maupun global seperti tidak sadarkan diri," ungkap Sahat Aritonang, dokter spesialis saraf saat ditemui di Kembang Goela, Jakarta Pusat, Kamis 11 Oktober 2018.
Pemeriksaan menyeluruh pada pasien pada stroke sangat penting dilakukan. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi pada otak dan untuk menentukan penanganan yang tepat.
" Tidak ada pasien masuk rumah sakit dengan gangguan fungsi otak seperti fungsi wicara, lalu keluar dengan normal. Mereka akan memiliki gangguan yang sama atau malah bertambah gangguan lainnya," kata Sahat.
Penanganan penyakit ini pun berbeda-beda. Tergantung pada bagian otak yang diserang, berapa lama serangan, kondisi fisik pengidap dan jenis stroke yang diidap.
Penyakit ini juga bukan hanya yang lanjut usia tapi mereka yang masih muda. Bahkan berusia di bawah 40 tahun.

Stroke terdiri dari dua jenis yaitu stroke iskemik dan hemoragik. Stroke iskemik disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah otak dan menyebabkan sebagian otak mati karena kehabisan 'makanan' atau oksigen.
Sedangkan hemoragik merupakan stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. " Kalau darahnya keluar dari pembuluh, dia akan jadi racun dan merusak bagian otak lainnya," ujar Sahat
Jika serangannya kurang dari 4,5 jam, masih bisa ditangani dengan trombolisis. " Tapi kalau lebih dari itu, akan lebih mahal dan panjang karena perlu teknologi khusus," ungkap Sahat.
Untuk mencegah hal-hal tersebut, sebaiknya terapkan gaya hidup sehat. Lakukan medical check-up rutin, terutama mereka yang berisiko tinggi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?