6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Akibat Penggunaan Lensa Kontak Berlebihan, Mata Camillia Terlihat Kecil Atau Sayu Sebelah. (Foto: Instagram Camilla Lim)
Dream - Penemuan lensa kontak menjadi penyelamat bagi sebagian besar kaum wanita. Tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membuat mereka terlihat cantik.
Namun Sahabat Dream sebaiknya berhati-hati karena lensa kontak juga memiliki kelemahan. Memakai lensa kontak terlalu sering dapat membahayakan penggunanya.
Seperti cerita Camillia Lim di IG Story-nya. Gadis Malaysia ini punya cerita buruk akibat penggunaan lensa kontak secara berlebihan.
Dilansir dari World of Buzz, Camillia mengaku telah menggunakan lensa kontak selama hampir 10 tahun.
Namun, dia tidak menyangka akan memiliki masalah dengan matanya. Dia baru tahu ketika temannya melihat ukuran matanya tidak seimbang.
Sang teman mengatakan mata kanan Camillia tampak lebih kecil. Sehingga mata kanannya terlihat sayu.
Selama ini Camillia memang tidak merasakannya. Orang-orang melihat kedua mata Camillia normal.
Namun itu karena dia selalu menggunakan riasan smokey eye dan ekstensi bulu mata.
Setelah mengetahui ukuran matanya kecil sebelah, Camillia memutuskan untuk menjalani operasi untuk memperbaikinya.
" Dibandingkan mata sebelah kiri, kalian bisa melihat seluruh iris mata kanan ditutupi oleh kelopak mata saya. Terkadang orang-orang memberitahukan hal itu kepada saya. Ini membuat saya tampak seperti orang bodoh," tulis Camillia.
Camillia memiliki pengalaman lucu akibat penampilan matanya yang tampak sayu sebelah.
" Terkadang tampak lebih buruk dari hari-hari lainnya. Sehingga saya sering dikira sedang mengantuk atau bahkan teler," katanya.
Camillia akhirnya menjalani operasi untuk memperbaikinya. Dokter yang memeriksanya menjelaskan mengapa mata Camillia bisa seperti itu.
" Mata sayu disebabkan otot yang bertugas mengangkat kelopak mata mengalami kerusakan akibat penggunaan lensa kontak yang berlebihan," kata Camillia.
Camillia mengungkapkan bahwa untuk operasi mata sebelah saja, dia mengeluarkan dana 3,000 ringgit Malaysia atau Rp10,2 juta.
Dalam dunia medis, kondisi yang diderita oleh Camillia disebut dengan nama ptosis.
Ptosis ini akan semakin parah jika penderita sering begadang. Ini akan membuat otot-otot mata menjadi lelah.
Camillia mengatakan dia mengalami ptosis karena otot-otot kelopak matanya menjadi lemah.
" Ini bisa terjadi jika menarik-narik kelopak mata atau karena lensa kontak bergesekan dengan otot-otot bagian dalam kelopak mata," jelas Camillia.
Bahkan, orang-orang yang memakai lensa kotak keras berpotensi menderita ptosis 20 kali lipat dari yang tidak menggunakan.
" Segera memeriksakan mata dan memperbaikinya sebelum kondisi ptosis memburuk," pungkas Camillia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
