Bahaya Pakai Lensa Kontak Saat Mandi dan Tidur

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 28 Juni 2021 09:45
Bahaya Pakai Lensa Kontak Saat Mandi dan Tidur
Pastikan disiplin membersihkan dan melepasnya secara teratur.

Dream - Mengenakan lensa kontak bagi beberapa orang jadi alternatif praktis dibandingkan harus mengenakan kacamata. Hal yang harus diingat adalah, jika menegnakan lensa kontak harus disiplin menjaga kebersihan dan melepasnya saat tidur dan mandi.

Kadang kala saat sudah sangat lelah dan mengantuk, kita langsung mandi tidur. Sementara lensa kontak masih menempel di mata hingga pagi hari. Kebiasaan ini sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan mata.

" Orang bisa terbuai dengan rasa aman yang salah ketika mereka melakukan hal yang salah selama bertahun-tahun dan kemudian tiba-tiba mereka memiliki masalah," kata Andrew D. Pucker, pakar kesehatan mata dan profesor di University of Alabama di Birmingham School of Optometry.

1. Iritasi
Jika tidur masih menggunakan lensa kontak maka biasanya terbangun dengan mata kering dan iritasi. Begitu pun dipakai saat mandi, dan terkena sampo atau sabun.

" Secara umum, hal ini dapat menyebabkan efek samping seperti mata yang merah, gatal atau iritasi," kata dokter mata Brian Boxer Wachler, MD, dari Boxer Wachler Vision Institute yang berbasis di California. Gejala ini umumnya mereda setelah Anda melepas lensa.

 

1 dari 4 halaman

2. Penglihatan kabur

" Ketika tidur dengan lensa kontak, mata tidak menghasilkan banyak air sehingga keringg dan menghentikan kornea dari mendapatkan oksigen yang dibutuhkan," jelas Scott Drexler, OD, asisten profesor oftalmologi di University of Pittsburgh School of Medicine.

Hati-hati! Pemakaian Lensa Kontak Dapat Berujung Kebutaan© MEN

Kekurangan oksigen yang umumnya disebut hipoksia ini bisa membuat kornea membengkak dan penglihatan mengabur. Kornea merupakan bagian transparan di mata depan tempat biasa lensa kontak diletakkan. Sedangkan hipoksia dapat menyebabkan kerusakan sel di dalam mata.

 

2 dari 4 halaman

3. Terinfeksi

Risiko infeksi penggunaan lensa kontak menigkat 6-8 kali jika memakainya selagi tidur atau mandi. Mata kering berpotensi menimbulkan pembukaan lubang mikro yang memungkinkan bakteri untuk melaluinya dan masuk ke dalam kornea. Setelah di kornea, bakteri menyebabkan ulkus kornea, infeksi yang dikenal sebagai keratitis.

" Keratitis (biasanya ringan) bisa diatasi dengan obat tetes mata, namun dalam beberapa kasus, keratitis juga menyebabkan jaringan parut pada kornea. Kasus yang parah bahkan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Saya tidak ingin menakut-nakuti siapa pun, tetapi saya telah melihat pasien yang membutuhkan transplantasi kornea karena infeksi yang sangat buruk," ujar Dr. Drexler.

Ada dua jenis bakteri yang bisa menginfeksi mata yaitu, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Umumnya menyebabkan keratitis bakteri, dengan tidur semalaman dengan lensa kontak sebagai faktro risiko utama selain karena jamur atau virus. Menurut Dr. Drexler, semakin lama tidur dengan lensa kontak, semakin berbahaya.

Jika mandi tanpa melepas lensa kontak dan di kamar mandi banyak bakteri akan sangat berbahaya. Saat lensa kontak terkena air, itu bisa berubah bentuk atau bahkan menempel di mata dan ini menyebabkan goresan kecil dan kerusakan pada kornea Anda yang memberi mikroba jalan masuk ke mata.


Laporan Fitri Syarifah/ Sumber: Liputan6.com

3 dari 4 halaman

Pasien Covid-19 yang Telah Sembuh Bisa Alami Masalah Mata Serius

Dream - Sejumlah laporan penelitian menunjukkan adanya keluhan atau kelainan yang muncul pada pasien Covid-19 yang telah sembuh. Untuk itu, meski sudah sembuh para penyintas diharapkan tetap melakukan pemeriksaan rutin terutama jika muncul keluhan.

Sebuah studi di Prancis, baru saja menemukan adanya kelainan mata yang kronis pada beberapa pasien Covid-19. Menurut ahli, dengan adanya penemuan ini, perlunya ada pemeriksaan mata untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, agar mampu mengatasi masalah mata yang berpotensi serius ini.

Pasien Covid-19 yang Telah Sembuh Bisa Alami Masalah Mata Serius© MEN

" Kami menemumkan beberapa pasien yang mengalami Covid-19 parah dari beberapa kelompok Covid-19 Prancis, memiliki satu bahkan beberapa nodul di bagian kutub posterior globe (mata)" ujar penulis utama studi, dr. Augustin Lecler, ahli neuroradiologi di Rumah Sakit Adolphe de Rothschild di Paris.

Nodul ini muncul di bagian bola mata yang disebut makula. Makula adalah area retina yang bertanggung jawab atas penglihatan pusat. Terdapat laporan kelainan mata yang terdeteksi pada pemeriksaan MRI pasien Covid-19, namun penyelidikan tersebut terbatas pada jenis dan tingkat masalah mata.

 

4 dari 4 halaman

Untuk mempelajari lebih lanjut, French Society of Neuroradiology melakukan penelitian terhadap 129 pasien Covid-19 parah yang menjalani MRI otak. Beberapa pasien memiliki satu atau lebih nodul di bagian belakang bola mata.

Semuanya memiliki nodul di daerah makula, dan yang lain ada yang memiliki nodul di kedua mata. Dan delapan dari sembilan pasien penderita Covid-19 dengan kondisi yang parah harus menghabiskan waktu di ICU. Penemuan baru ini diterbitkan 16 Februari di jurnal Radiology.

" Ini pertama kalinya temuan ini dideskripsikan menggunakan MRI," kata Lecler dalam rilis berita jurnal.

Peneliti mengatakan bahwa masalah mata yang parah ini kurang menjadi perhatian pasien Covid-19 di ICU rumah sakit, karena pasien sedang dirawat dengan memprioritaskan kondisi yang lebih mengancam nyawa.

Dr. Claudia Kirsch seorang kepala neuroradiologi di Northwell Health di New Hyde Park, NY ikut menanggapi temuan baru tersebut ia setuju bahwa dokter yang merawat pasien Covid-19 harus memastikan mata terlindungi.

" Saat kita mulai mengetahui bahwa virus ini memengaruhi organ lain pada pasien Covid-19, termasuk mata, kami berharap agar lebih memahami mekanisme penyakit dan bekerja untuk meningkatkan hasil yang baik bagi semua pasien yang terkena selama pandemi ini," ujar Claudia.

Laporan Yuni Puspita Dewi/ Sumber: WebMD

 

Beri Komentar