Olahraga dan Perut Buncit di Mata Peneliti

Reporter : Sugiono
Senin, 31 Desember 2018 10:03
Olahraga dan Perut Buncit di Mata Peneliti
Banyak yang penasaran mengapa olahraga bisa mengecilkan perut buncit?

Dream - Pergantian tahun tinggal menghitung jam, sudahkah Sahabat Dream membuat resolusi untuk Tahun Baru 2019?

Umumnya, orang-orang umumnya akan mengungkapkan resolusi tahun baru mereka untuk menjadi lebih baik dalam hal tertentu.

Nah, salah satu resolusi yang paling sering diucapkan di malam pergantian tahun itu adalah mengecilkan perut buncit.

Perut buncit akan membuat sebagian orang merasa tidak percaya diri saat melakukan aktivitas yang melibatkan banyak orang.

Karena itu banyak yang berusaha mengecilkan perut buncit dengan melakukan berbagai macam bentuk olahraga.

Namun ada pertanyaan yang cukup membuat orang-orang penasaran, mengapa olahraga bisa mengecilkan perut buncit?

Padahal, orang-orang kebanyakan hanya tahu bahwa perut buncit disebabkan karena pola makan yang tidak sehat.

Jadi mereka berpikir bahwa untuk mengecilkan perut buncit hanya cukup dengan menjaga pola makan saja.

Begini jawaban para ilmuwan soal hubungan antara melakukan olahraga dengan mengecilkan perut buncit.

1 dari 2 halaman

Ini Kuncinya...

Menurut laporan riset tertanggal 27 Desember 2018, sebuah pensinyalan sel yang disebut dengan interleukin-6 memainkan peran penting dalam proses mengecilkan perut buncit melalui olahraga.

Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal Cell Metabolism itu, para ilmuwan melakukan pengamatan selama 12 minggu terhadap penderita obesitas yang olahraga bersepeda.

Ternyata bersepeda mampu mengurangi lemak viseral dalam perut secara signifikan. Lemak viseral adalah lemak jahat yang ditemukan dalam rongga perut.

Namun hal itu tidak terjadi pada penderita obesitas yang tidak bersepeda namun diberi tocilizumab, obat yang menghalangi pensinyalan interleukin-6.

Meski ampuh untuk penderita radang sendi, tocilizumab ini berbahaya karena bisa meningkatkan kadar kolesterol, terlepas dari aktivitas fisik yang dilakukan.

" Intinya adalah berolahraga secara teratur. Kita sudah tahu bahwa olahraga akan membuat kesehatan semakin baik. Namun kita semakin tahu bahwa olahraga memang benar-benar bisa mengurangi massa lemak perut sekaligus risiko penyakit kardio-metabolisme," jelas Anne-Sophie Wedell-Neergaard, penulis penelitian ini dari University of Copenhagen.

2 dari 2 halaman

Ancaman Bahaya

Lemak perut tidak hanya dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardio-metabolisme, tetapi juga kanker, demensia, dan semua penyakit penyebab kematian.

Namun aktivitas fisik mampu mengurangi jaringan lemak viseral yang mengelilingi organ-organ internal di rongga perut. Tetapi mekanisme yang mendasari temuan ini masih belum jelas.

Beberapa peneliti menduga bahwa hormon epinefrin yang menyebabkan efek tersebut. Tetapi Wedell-Neergaard dan penulis lainnya, Helga Ellingsgaard dari University of Copenhagen, mencurigai interleukin-6 yang memainkan peran penting.

Interleukin-6 mengatur metabolisme energi, merangsang pemecahan lemak pada orang sehat, dan dilepaskan dari otot rangka selama penderita obesitas melakukan aktivitas olahraga.

" Menurut sepengetahuan kami, ini adalah riset pertama yang menunjukkan bahwa interleukin-6 memiliki peran fisiologis dalam mengatur massa lemak viseral pada manusia," kata Wedell-Neergaard.

Dalam riset selanjutnya, para peneliti akan menguji kemungkinan apakah lemak atau karbohidrat yang digunakan untuk menghasilkan energi dalam berbagai kondisi.

Mereka juga akan menyelidiki apakah interleukin-6 bisa diberikan sebagai suntikan sehingga dapat mengurangi massa lemak viseral secara cepat.

" Kami membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran interleukin-6 untuk mengetahui implikasinya," pungkas Wedell-Neergaard.

(Ism, Sumber: Medical Express)

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo