Lemak Perut/ Shutterstock
Dream – Pandemi membuat kita banyak berdiam di rumah ,menikmati camilan serta beraktivitas fisik dengan minim. Hal ini lama kelamaan membuat berat badan bertambah dan perut membuncit.
Sahabat Dream juga mengalaminya? Bila kondisi perut semakin berlipat dan lebar, jangan diam saja. Lemak di perut bisa jadi berbahaya. Dikutip dari WebMd, lemak perut ini menimbulkan sederet risiko kesehatan.
Seperti diabetes, penyakit hati berlemak (liver), penyakit jantung, kolesterol tinggi, kanker payudara, dan pankreatitis. Segera kurangi lemak perut sekarang juga. Bagaimana caranya?
Untuk menghilangkannya, kamu perlu bergerak secara rutin paling tidak jalan cepat selama satu jam sehari. Bisa lakukan di treadmill, naik turun tangga di rumah atau mungkin keliling rumah.
Jika terlalu banyak duduk, temukan cara untuk bergerak. Atur timer di perangkat gawai untuk mengingatkan agar tubuh bergerak setiap setengah jam. Bisa juga dengan menggunakan meja berdiri atau lakukan squat saat bekerja. Kuncinya adalah bergerak!
Ganti minuman manis dengan teh hijau
Untuk memangkas lemak perut, pintar-pintarlah dalam mengatur pola makan. Perbanyak sayuran dan hindari makanan cepat saji. Alih-alih soda, ganti dengan teh hijau.
Penelitian menunjukkan katekin dan antioksidan yang ditemukan dalam teh hijau membantu sedikit proses pembakaran lemak visceral. Pastikan saja teh hijau yang diminum tak diberi gula.
Sangat dianjurkan untuk memadukan keduanya. Yaitu lakukan aktivitas fisik minimal satu jam setiap hari dan kurangi asupan gula. Cara ini cukup membantu menyingkirkan lemak perut.
Laporan: Elyzabeth Yulivia
Advertisement

Terlalu Banyak Makanan Olahan Bisa Bikin Lemak Menumpuk di Otot dan Mengancam Lutut

Garbarata Generasi Baru dari Bukaka Bakal Berseliweran di Bandara Terbaik Dunia

Tren Aneh Pria Potong Bulu Mata demi Terlihat Lebih Maskulin, Ketahui Risikonya bagi Mata

Cuma Cium Aroma Cokelat Sebelum Olahraga Bisa Bikin Pria Mampu Tambah Repetisi

Kenapa Ada Pria yang Terobsesi dengan Ketiak Perempuan? Ini Penjelasannya

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Seniman dan Anak Bungsu Soekarno Tutup Usia

Sejarah Batik: Dari Teknik Pewarnaan Kuno hingga Menjadi Identitas Budaya Indonesia