Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Minum kopi menjadi kebiasaan sebagiana masyarakat Indonesia. Beberapa tahun terakhir, tren es kopi susu yang melesat juga membuat kopi semakin banyak dikonsumsi.
Enggak cuma dikonsumsi orangtua saja, kopi kini mulai disukai beragam kalangan, terutama kaum muda dengan aneka rasa pilihan. Apalagi, untuk mendapatkan es kopi kekinian terbilang mudah.
Cukup pesan dan bayar via aplikasi online, hitungan waktu menu yang dipesan datang diantar kurir atau ojek berbasis online.

Minum segelas kopi dapat membuat suasana hati bergairah, lebih segar, tidak mengantuk, serta meningkatkan kewaspadaan.
Tapi Sahabat Dream tahu tidak, kalau meminum kopi terlalu banyak, ternyata dapat memberikan efek samping pada kesehatan tubuh?
Dilansir Times of India, berikut ada beberapa efek samping yang wajib diketahui.
Efek samping yang sering terjadi salah satunya adalah sakit perut, khususnya bagi kamu yang belum makan atau memiliki asam lambung. Oleh karena itu, selalu pastikan perut tidak kosong saat ingin mengonsumsi kopi.

Insomnia
Kandungan kafein dalam kopi yang kamu minum, bisa membuat kamu tidak mengantuk dan tetap terjaga. Namun, asupan yang berlebih dapat membuat kualitas tidur menurun, dan mengurangi jam tidur. Dalam jangka panjang, kamu juga bisa terserang insomnia.
Walau kopi dapat meningkatkan kewaspadaan kamu, salah satu efek samping dari kopi ternyata juga dapat membuat kamu merasa cemas dan gelisah. Untuk sebagian orang, rasa gelisah ini dapat menyebabkan munculnya serangan panik.

Denyut nadi menjadi cepat
Salah satu efek yang dirasakan saat minum kopi adalah, denyut nadi menjadi lebih cepat. Untuk kamu yang merasakan hal ini saat minum kopi, kurangilah asupan kopi.
Jadi, usahakan mengonsumsi kopi sesuai kebutuhan saja, ya, Sahabat Dream.
Dream - Kini sudah banyak yang menjual alat pembuat kopi rumahan dengan harga terjangkau. Sahabat Dream pun bisa membuat kopi sendiri ala barista di rumah. Sudah ada biji kopi, alat pembuat kopi, nah ada satu yang tak boleh dilupakan, yaitu teknik menyeduh.
Saat menyeduh biji kopi, pastikan ada 'coffee bloom'. Apa itu 'coffee bloom'? Merupakan efek busa seperti bunga karena prosedur pemanggangan. Efek ini muncul setiap semua jenis bahan organik dipanaskan.
Setelah pemanggangan, sebagian besar gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit. Efek ini disebut sebagai " degassing."
Saat menggunakan biji kopi yang dipanggang, kopi mempertahankan karbon dioksida bersama dengan senyawa volatil lainnya, dan saat masih dalam biji kopi utuh mengeluarkan gas secara bertahap.
Setelah biji kopi digiling, gas yang terperangkap dibuang jauh lebih cepat. Lalu ketika air panas menyentuh bubuk kopi, maka akan melepaskan karbon dioksida dan menciptakan 'bloom'. Saat proses ini, efek gas yang keluar dapat diamati yaitu ketika ampas kopi mengembang dan bersentuhan dengan air panas.
Gas yang sebelumnya terperangkap sekarang muncul dengan kecepatan yang jauh lebih cepat, memberikan tekanan ke luar dan menolak air yang masuk untuk mengeluarkan senyawa volatil yang memberikan rasa dan tekstur.

© © Shutterstock
Efek ini juga dikenal sebagai turbulensi, jika air tidak memiliki paparan yang memadai ekstraksi kemungkinan akan lemah. Dengan 'bloom' di awal, pada dasarnya menunggu agar kopi dapat memberi ruang bagi air.
Mengapa efek 'bloom' ini sangat penting? Ternyata jika tidak ada efek 'bloom' sama sekali, biji kopi bisa dikatakan sudah basi atau malah terlalu matang. Tak heran kalau sangat berpengaruh pada rasanya.
Laporan Radhika Nada/ Sumber: Foodal
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya