Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Waduh, Pasien Covid-19 yang Sembuh Alami Penurunan Kecerdasan

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 6 Agustus 2021 19:48
Waduh, Pasien Covid-19 yang Sembuh Alami Penurunan Kecerdasan
Mereka yang cukup parah penurunannya bisa sampai 7 poin

Dream - Sembuh dari Covid-19 banyak pasien yang mengalami keluhan berkelanjutan atau biasa disebut long covid. Biasanya berupa batuk kecil, sesak, mudah lelah atau pusing, tiga bulan atau lebih setelah sembuh meskipun hasil PCR sudah negatif.

Rupanya, efek dari Covid-19 juga pada kecerdasan. Mereka yang sembuh dari Covid-19 mengalami penurunan poin IQ. Hal ini diketahui dari Great British Intelligence Test yang menguji IQ 81.337 orang antara Januari dan Desember 2020 lalu.

Dari jumlah tersebut ada 13.000 orang yang telah terinfeksi virus Covid-19. Setelah para ilmuwan memperhitungkan hal-hal seperti usia, jenis kelamin, bahasa, dan tingkat pendidikan, mereka menemukan orang yang pulih dari Covid mengalami penurunan terbesar.

Tugas yang membutuhkan pemecahan masalah, perencanaan, dan penalaran lebih sulit bagi pasien yang sembut daripada mereka yang tidak terkena virus. Dalam kasus terburuk, ketika orang menggunakan ventilator untuk mengalahkan penyakit, para peneliti mencatat penurunan kecerdasan tujuh poin.

 

1 dari 5 halaman

Data dikumpulkan bersama dan diterbitkan dalam sebuah penelitian berjudul " Cognitive Deficits In People Who Have Recovered From COVID-19" . Penelitian diterbitkan dalam jurnal medis Lancet dan melibatkan peneliti dari Imperial College London, Kings College dan Universitas Cambridge, Southampton dan Chicago.

Ilustrasi Pengguna Ventilator

" Hasil ini sesuai dengan laporan Covid panjang, di mana 'brain fog', kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan menemukan kata-kata yang benar adalah hal biasa. Penurunannya memiliki efek yang besar bagi orang-orang yang dirawat di rumah sakit," ungkap peneliti.

 

2 dari 5 halaman

Para ilmuwan mengungkap bahwa salah satu alasan penurunan kecerdasan adalah efek lanjutan dari virus pada kemampuan kita untuk berpikir jernih. Misalnya, jauh lebih sulit untuk berkonsentrasi jika pernah mengalami demam tinggi atau masalah pernapasan karena mengidap Covid-19 cukup lama.

“ Kami mengidentifikasi efek signifikan Covid-19 di otak dengan hilangnya materi abu-abu di gyrus parahippocampal kiri, korteks orbitofrontal lateral kiri, dan insula kiri," ungkap peneliti

Materi abu-abu adalah bagian otak yang mengandung semua sinapsis saraf dan sebagian besar badan selnya. Termasuk sel mikroglial yang merupakan versi otak dari sel darah putih yang membantunya melawan penyakit. Oleh karena itu, setiap kerusakan atau hilangnya materi abu-abu dapat mengganggu kemampuan kognitif seseorang untuk berfungsi.

Sumber: Metro.co.ukhttps://metro.co.uk/

3 dari 5 halaman

Vaksin Covid-19 Hirup Pertama Dunia Sukses Uji Klinis Tahap 1

Dream - Perusahaan farmasi China, CanSino, tengah mengembangkan vaksin Covid-19 berbasis vektor adenovirus inhalasi tipe-5 aerosol (Ad5-nCoV). Ini akan menjadi vaksin Covid-19 pertama di dunia yang penggunaannya dengan dihirup.

Bekerja sama dengan tim peneliti Institut Pengobatan Militer di bawah Akademi Ilmu Militer yang dipimpin Chen Wei, CanSino telah selesai melaksanakan uji klinis tahap I. Hasilnya, dua dosis vaksin aerosol Ad5-nCoV terbukti aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Dari uji coba tersebut, didapat temuan vaksinasi booster hirup yang diberikan 28 hari setelah vaksinasi dosis kedua dengan injeksi intramuskular mampu menginduksi IgG yang kuat dan menetralkan respons antibodi. Hasil uji coba tersebut telah diterbitkan jurnal Penyakit Menular Lancet.

Hasil uji coba tahap I adalah data klinis pertama yang dirilis di dunia tentang vaksin Ad5-nCoV inhalasi aerosol. CanSino menyatakan uji klinis tahap II sedang berlangsung.

Uji coba tahap I yang dilakukan di Rumah Sakit Zhongnan di Wuhan, Provinsi Hubei, China Tengah, secara acak membagi peserta menjadi lima kelompok. Para peserta divaksinasi melalui injeksi intramuskular, inhalasi aerosol, atau keduanya.

 

4 dari 5 halaman

Efek Samping Malah Dialami Penerima Vaksin Suntikan

Lebih banyak efek samping dilaporkan pada peserta yang menerima vaksinasi intramuskular, termasuk peserta dalam kelompok campuran. Jumlahnya mencapai 49 dari 78 peserta atau sekitar 63 persen.

Sementara mereka yang menerima vaksin aerosol sebanyak 13 dari 52 peserta atau sekitar 25 persen setelah vaksinasi dosis pertama tidak mengalami efek samping. Temuan menunjukkan vaksin inhalasi aerosol relatif dapat ditoleransi dan aman.

Selain itu, satu dosis Ad5-nCoV aerosol, sama dengan seperlima dosis intramuskular, dapat menginduksi respons seluler yang kuat. Sedangkan dua dosis Ad5-nCoV aerosol dapat menghasilkan titer antibodi penetralisir SARS-CoV-2 yang serupa sebagai satu dosis vaksinasi intramuskular.

CanSino telah mendapatkan persetujuan regulator obat nasional pada 23 Maret untuk memulai uji klinis vaksin rekombinan Covid-19 (vektor adenovirus tipe-5) dalam bentuk inhalasi.

 

5 dari 5 halaman

Mudah Diakses

Vaksin ini diproduksi dengan basis yang tidak berbeda dalam hal spesies virus, bank sel. Demikian pula dengan teknologi produksi atau formula persiapan dari vaksin Covid-19 Ad5-nCoV dosis tunggal yang sudah diproduksi CanSino, hanya memiliki atomisasi tambahan perangkat inhalasi.

Vaksin yang dihirup dapat merangsang respon imun pada selaput lendir saluran pernapasan seseorang. Ini membuatnya tidak menimbulkan rasa sakit.

Dengan begitu, vaksin lebih mudah diakses, terutama untuk anak-anak dan orang-orang yang rentan. Vaksin juga tidak menimbulkan reaksi pembengkakan.

Terlebih lagi, bentuk inhalasi hanya membutuhkan seperlima dari dosis yang disuntikkan. Ini dapat menghemat lebih banyak dosis dan mengurangi tekanan produksi vaksin.

Vaksin dapat diatomisasi menjadi partikel-partikel kecil dalam perangkat alat, kemudian dihirup melalui saluran pernapasan dan paru-paru untuk merangsang kekebalan mukosa, dikutip dari Global Times.

Beri Komentar