BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Tingginya Tingkat Kematian Ibu Saat Melahirkan Dipengaruhi Beberapa Faktor. (Foto: Shutterstock)
Dream - Kesehatan reproduksi jadi hal penting yang perlu diperhatikan khususnya buat perempuan. Namun sayangnya, masih banyak perempuan yang tak memiliki pengetahuan cukup serta tidak memiliki hak dalam kesehatan reproduksinya.
Menurut dr. Melania Hidayat, Asisten Representative United Nations Population Fund, masih ada beberapa masalah kesehatan yang menjadi masalah, yaitu tingginya tingkat kematian ibu saat melahirkan.
" Sebagai negara maju, tingkat kematian ibu nggak cocok dengan meningkatnya ekonomi kita," tutur dr. Melania dalam webinar 'Perempuan Sadar Pilihan', Senin, 8 Maret 2021 kemarin.
Melania menekankan, tingginya tingkat kematian ibu saat melahirkan dipengaruhi beberapa faktor. Falah satunya tidak adanya kesempatan perempuan untuk menentukan hak reproduksinya.

Masih banyak perempuan yang bergantung pada orang lain untuk menentukan rencana reproduksinya, misalnya kesiapan untuk hamil atau menunda kehamilan.
Menurut Melania yang juga merupakan Asisten Representative UNPF ini, sikap menggantungkan keputusan pada orang lain disebabkan karena pendidikan keliru yang telah ditanamkan pada perempuan sejak dulu.
" Tanpa disadari perempuan itu sudah ditanami bahwa saya milik ayah saya, saya milik suami saya sehingga dari awal keputusan sudah ditentukan oleh orang lain. Perempuan dianggap warga kelas dua, di bawah laki-laki," ujar Melania.
Dari sisi psikologi, pengekangan terhadap hak reproduksi perempuan berpotensi menyebabkan permasalahan yang serius.
Psikolog Analisa Widyaningrum mengungkapkan, ketidaksiapan perempuan untuk hamil dan melahirkan beresiko menyebabkan parental depression.
" Karena tidak siap akan kehamilan, perempuan berpotensi mengalami baby blues atau saat kehamilan mengarah kedapada perental depresion. Kalau masalah ini tidak diatasi oleh stakeholder terkait, justru akan menjalar menjadi masalah fisik," ujar Analisa dalam kesempatan yang sama.
Pemahaman bahwa kesehatan reproduksi adalah hak bukan hanya privilege juga harus ditekankan.
" Kesehatan reproduski bukan hanya privilege yang paling penting bagaimana perempuan mengambil keputusan dalam hidupnya, kemudian menentukan value apa yang dia pegang," tutur Founder sekaligus Direktur dari Analisa Personality Development Center.
Dream – Melihat kasus kekerasan seksual pada wanita di Indonesia yang terus naik bertahap. The Body Shop Indonesia, natural and ethical beauty brand asal Inggris, memelopori kampanye The Body Shop Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi #TBSFightForSisterhood.
Kampanye yang digelar sejak 5 November sampai 7 April 2021 ini, merupakan sebuah respons atas kondisi kritis perempuan dan anak perempuan, yang mengalami kekerasan seksual dan perlu segera mengambil sikap dan tindakan.
Dalam " Virtual Redaksi Visit The Body Shop® Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS," Kamis, 12 November 2020, Ratu Ommaya selaku Public Relations & Community Manager The Body Shop Indonesia memberikan data dari Komisi Nasional Perempuan, kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia di 2019.
Tercatat di data itu, kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia mencapai 431,471 kasus, atau naik delapan kali lipat dalam 12 tahun terakhir.
Kekerasan seksual terhadap anak perempuan naik 65% di 2019 dibanding dengan tahun sebelumnya. Dengan kondisi pandemik sejak awal 2020, kasus kekerasan terhadap perempuan justru dikhawatirkan akan makinbmeningkat.
“ Sebagai langkah awal respons atas kondisi kritis bagi perempuan dan anak perempuan, yang mengalami kekerasan seksual dan perlu segera mengambil sikap dan tindakan,” kata Maya, sapaan akrab Ratu Ommaya.
“ The Body ShopIndonesia dipercaya sebagai teman seperjuangan para korban dengan membagikan cerita korban kekerasan seksual sebagai bentuk edukasi juga membuka mata kita semua bahwa permasalahan tersebut nyata,” jelasnya.
Kampanye ini, Maya menambahkan,akan menyuarakan dan mendampingi suara para korban, serta memberikan gambaran nasib para korban dan mengapa perlu segera ada Undang-Undang yang berorientasi pada korban.
Tak sendirian, The Body Shop bersama dengan berbagai pihak; Yayasan Pulih, Magdalene, Makassar International Writers Festival, serta Key Opinion Leader yang memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual.
Hadir dalam pertemuan virtual hari ini, Wawan Suwandi selaku Public Relations Yayasan Pulih mengatakan, edukasi pencegahan kekerasan seksual sangat penting untuk terus digaungkan kepada masyarakat Indonesia.
Selain sebagai upaya pencegahan, juga penting memberikan informasi mengenai apa yang harus dilakukan bila sebagai korban, sebagai keluarga dan teman korban seandainya hal itu terjadi.
Di sisi lain, Wawan menambahkan, penegakan hukum kasus kekerasan seksual saat ini masih belum ditopang regulasi yang secara spesifik, bicara tentang kekerasan seksual dan berpihak pada korban, sehingga penegakan hukum kasus masih memiliki kendala.

© © Shutterstock
“ Di dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, korban akan menerima penanganan, perlindungan, serta pemulihan yang dapat membantu korban menjadi lebih baik. Karena itu, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual harus segera disahkan untuk menekan laju kasus-kasus kekerasan seksual, dan memulihkan korban kekerasan seksual,” terang Wawan.
“ Sebagai warga negara, kita bisa secara bersama-sama berjuang mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, salah satunya dengan menandatangani petisi online yang digagas The Body Shop Indonesia, yang nantinya akan diajukan ke Komisi VIII DPR RI,” lanjutnya.
Untuk turut ramaikan kampanye ini, Sahabat Dream cukup donasi psikoedukasi dan layanan konseling yang ada di kasir The Body Shop Indonesia serta tanda tangan petisi di lokasi yang sama.

© © Shutterstock
Selain itu, tim The Body Shop Indonesia juga akan mengumpulan sepatu dari customer dan karyawan The Body Shop Indonesia untuk dibawa ke gedung DPR seakan semua pendukung turut hadir serta berjuang untuk mendesak pengesahan RUU PKS.
“ Karena di masa pandemi ini tidak bisa menghadirkan banyak orang, dalam hal ini kami akan meletakkan sepatu-sepatu customer dan karyawan di dekat art installations,” tutup Maya.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
