Stres Dapat Picu Stroke dan Serangan Jantung

Reporter : Ervina
Selasa, 16 Desember 2014 15:31
Stres Dapat Picu Stroke dan Serangan Jantung
Saat stress, darah tidak dapat mengalir lancar ke jantung dan otak. Hal inilah yang kemudian memicu terjadinya serangan jantung dan stroke.

Dream - Meskipun kian dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, namun stres ternyata dapat memicu penyakit serius dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, seseorang yang tengah dilanda stres kerap merasakan amarah, cemas, sakit dan nyeri.

Selain masalah emosional, psikologis dan fisik, stres ternyata bisa jadi pemicu sakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga detak jantung tidak teratur. Mengutip laman Boldsky, berikut beberapa alasan yang membuat stres sebagai pemicu stroke hingga serangan jantung

Saat merasa stres, bagian pembuluh darah tersumbat sehingga memotong aliran darah dari jantung. Dalam kasus ini, jantung mengalami kekurangan suplai darah hingga dapat memicu serangan jantung.

Di sisi lain, tingkat emosi yang tidak stabil juga membuat tekanan darah tinggi. Saat tekanan darah meningkat, terjadi pengrusakan pembuluh darah ke otak hingga berujung pada stroke.

Ketika terjadi pembekuan darah akibat peningkatan hormon adrenalin dan kortisol, maka beresiko tinggi terjadinya serangan jantung. Ketika dilanda stres, seseorang biasanya menghadapi ketidakseimbangan hormonal yang bisa mempengaruhi metabolisme tubuh.

Sindrom metabolik ini bisa memicu peningkatan kadar kolesterol hingga beresiko tinggi mengidap serangan jantung dan stroke. Pada akhirnya, seseorang yang mulai mengidap stroke karena adanya penyumbatan pembuluh darah ke otak sebagai akibat peningkatan sitokin atau unsur kimia dalam tubuh.

Beri Komentar