Topi Bedah Ini Jadi Tren di Ruang Operasi

Reporter :
Rabu, 13 Maret 2019 13:13
Topi Bedah Ini Jadi Tren di Ruang Operasi
Bukan sekadar tren tapi demi keamanan dan keselamatan pasien.

Dream - Berada di ruang operasi dengan pakaian serta perlengkapan yang sama, membuat para dokter kerap kebingungan. Mereka juga kadang mengalami kebingungan saat berkomunikasi.

Hal ini disadari betul oleh Rob Hackett, seorang dokter anastesi di Australia. Ia lalu menginisiasi gerakan #TheatreCapChallenge, kampanye ini merupakan bagian dari Patient Safe Network, mengingat kesalahan bisa saja terjadi di ruang operasi saat dokter tak berkomunikasi dengan baik.

Dengan adanya nama di topi, diharapkan para dokter bisa memimalisir kesalahan, terutama dalam memberi instruksi dan koordinasi saat melakukan pembedahan.

" Ini telah diadopsi di seluruh dunia dengan penelitian dari AS dan Inggris untuk menunjukkan bagaimana ide sederhana ini dapat mengurangi human error dalam perawatan kesehatan," ungkap Rob, seperti dikutip dari Bored Panda.

 

1 dari 1 halaman

Tim di Ruang Bedah Wajib Mengenalkan Diri

Pada awalnya, rekan-rekan Rob tidak menganggapnya serius, bahkan ada beberapa komentar sinis, seperti 'tidak bisakah kamu mengingat namamu?'. Namun ide ini ternyata disambut baik oleh dunia kedokteran, dalam waktu satu tahun kini topi buatannya telah menjadi tren di dunia.

 Topi bedah

Sekarang, para profesional medis menunjukkan dukungan dan keterlibatan mereka dalam gerakan ini.

Mereka memposting foto mereka dengan topi bedah bernama di berbagai media sosial seperti Twitter dan Instagram dengan tagar #TheatreCapChallenge.

Sebelum melakukan pembedahan, sebenarnya ada prosedur perkenalan yang wajib dilakukan tim medis. Yaitu mereka wajib memperkenalkan diri dan menyebutkan namanya masing-masing sebelum operasi.

Prosedur ini kerap diabaikan karena menganggap sudah kenal satu sama lain. Padahal prosedur tersebut sangat penting dalam hal koordinasi.

(ism, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara