Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Topi Bedah Bertuliskan Nama Dokter Dan Jabatan (Foto: Bored Panda)
Dream - Berada di ruang operasi dengan pakaian serta perlengkapan yang sama, membuat para dokter kerap kebingungan. Mereka juga kadang mengalami kebingungan saat berkomunikasi.
Hal ini disadari betul oleh Rob Hackett, seorang dokter anastesi di Australia. Ia lalu menginisiasi gerakan #TheatreCapChallenge, kampanye ini merupakan bagian dari Patient Safe Network, mengingat kesalahan bisa saja terjadi di ruang operasi saat dokter tak berkomunikasi dengan baik.
Dengan adanya nama di topi, diharapkan para dokter bisa memimalisir kesalahan, terutama dalam memberi instruksi dan koordinasi saat melakukan pembedahan.
"Ini telah diadopsi di seluruh dunia dengan penelitian dari AS dan Inggris untuk menunjukkan bagaimana ide sederhana ini dapat mengurangi human error dalam perawatan kesehatan," ungkap Rob, seperti dikutip dari Bored Panda.
Pada awalnya, rekan-rekan Rob tidak menganggapnya serius, bahkan ada beberapa komentar sinis, seperti 'tidak bisakah kamu mengingat namamu?'. Namun ide ini ternyata disambut baik oleh dunia kedokteran, dalam waktu satu tahun kini topi buatannya telah menjadi tren di dunia.

Sekarang, para profesional medis menunjukkan dukungan dan keterlibatan mereka dalam gerakan ini.
Mereka memposting foto mereka dengan topi bedah bernama di berbagai media sosial seperti Twitter dan Instagram dengan tagar #TheatreCapChallenge.
Sebelum melakukan pembedahan, sebenarnya ada prosedur perkenalan yang wajib dilakukan tim medis. Yaitu mereka wajib memperkenalkan diri dan menyebutkan namanya masing-masing sebelum operasi.
Prosedur ini kerap diabaikan karena menganggap sudah kenal satu sama lain. Padahal prosedur tersebut sangat penting dalam hal koordinasi.
(ism, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking