Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jemaah Haji Indonesia (kemenag.go.id)
Dream - Penyelenggaraan ibadah haji 2018 memang masih berlangsung. Meski demikian, Kementerian Agama telah mempersiapkan delapan inovasi untuk meningkatkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.
“ Pertama, fast track (jalur cepat) imigrasi, akan diberlakukan kepada seluruh jemaah di 13 embarkasi,” ungkap Menteri Agama, Lukman hakim Saifuddin, dkutip dari laman haji.kemenag.go.id, Kamis 30 Agustus 2018.
“ Konfigurasi manifest di pesawat sudah diatur, berdasarkan regu dan rombongan, tidak diserahkan kepada daerah,” tambah dia. Kebijakan pengaturan sejak awal itu dilakukan agar jemaah tidak terpecah saat memasuki jalur cepat imigrasi.
Inovasi ke dua, sistem sewa hotel di Madinah seluruhnya akan menggunakan full musim. Langkah ini diharapkan bisa mengatur dan memastikan penempatan jemaah sejak awal. “ Kita mulai berusaha meminimalkan ketergantungan dengan majmuah,” imbuh Lukman.
Ke tiga, terkait dengan Armuzna. Tahun ini jumlah tenda sangat terbatas bahkan ada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang mengkapling tenda. Sehingga diperlukan kejelasan dan ketegasan petugas. “ Kedepan tenda harus ada nomor, sehingga tidak ada lagi saling klaim,” tutur dia.
Ke empat, revitalisasi Satuan Tugas Operasional Armuzna. “ Tahun depan menggunakan pemetaan yang jelas, kualifikasi, komposisi dan jumlah petugas setiap pos,” kata Lukman.
Kelima, jemaah memerlukan panduan untuk mempermudah ibadah haji. Panduan itu bisa dibuat dengan pendapat yang paling mudah, yang penting ada dasarnya. “ Ibadah haji semestinya dipermudah, jangan dipersulit,” jelas dia.
Sementara, inovasi ke enam adalah mengintensifkan sistem laporan haji terpadu. Pelaporan dengan cara manual harus segera ditinggalkan. Semua pelaporan harus berbasis aplikasi. “ Sistem informasi harus terintegrasi dengan kloter maupun non-kloter,” tambahnya.
Ke tujuh, strukturisasi kantor daerah kerja (daker). “ Kantor daker harus segera bisa dioptimalkan dengan sistem layanan terpadu sehingga setiap orang dapat terlayani dengan baik,” ingat Menag.
Sedangkan, inovasi ke delapan kesehatan harus diperhatikan dari hulu. “ Saya ingin rekam kesehatan jemaah terintegrasi dengan sistem aplikasi terpadu, juga monitoring kesehatan jemaah haji sejak awal dilakukan,” ujar Lukman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya