Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusup Singka, petugas meningkatkan kewaspadaan pada kesehatan jemaah haji gelombang kedua. Pesan itu disampaikan kepada Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) lantaran meningkatnya angka jemaah sakit di gelombang ke dua.
“ Saya meminta agar TKHI memperkuat pola komunikasi dengan KBIH, ketua rombongan dan ketua regu agar bisa mengendalikan kondisi jemaah haji,” kata Eka, Minggu 9 September 2018.
Eka juga meminta, semua kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) proaktif menjaga kesehatan jemaahnya. “ Karena kondisi jemaah yang sehat akan menyebabkan jemaah menjalankan ibadahnya dengan lancar,” ujar Eka.
Angka jemaah sakit dan meninggal, kata dia, umumnya meningkat pasca Armina. Kondisi ini kerap terjadi karena jemaah mengalami kelelahan namun tetap mengejar ibadah-ibadah sunah tanpa menyiapkan fisiknya.
Selain itu, suasana psikologis menjelang pulang ke Indonesia, juga memberikan pengaruh pada kesehatan jemaah.
Menurut dia, jemaah sakit yang dirawat di KKHI berkurang dan angka kesembuhannya sangat baik. Namun demikian yang dirawat di RS Arab Saudi masih cukup banyak.
“ Alhamdulilah jemaah sakit di KKHI sudah berkurang dan angka kesembuhannya sangat baik. Di atas 96%. Namun yang dirawat di RSAS masih cukup banyak di atas 100 orang. Semoga mereka bisa kembali sehat dan sembuh. Memang kondisinya cukup memprihatinkan, 75% dengan ventilator di ICU,” ujar Eka.
Dia juga bergarap, jemaah haji saling proaktif menjaga teman satu kamar. Saling perhatian. " Bila ada yang malas makan, lemas, tidak ‘nyambung’ saat diajak bicara, mohon segera lapor ke petugas Kloter. Titip bila ada jemaah yang baru kembali dari klinik, agar sama-sama menjaga. Kita tentu semua ingin kembali ke Tanah Air bersama-sama,” tambahnya.
Hingga Minggu, 9 September 2018, total sebanyak 313 jemaah haji wafat. Jumlah itu terdiri dari haji reguler 292 orang dan, haji khusus 21 orang.
Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya