BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Penyambutan Jemaah Haji Makassar Yang Tiba Di Mekah (Kemenag.go.id)
Dream - Alunan lagu daerah Anging Mammiri terdengar di lobi Hotel Tayeb, kawasan Syisyah, Mekah, Arab Saudi. Lagu daerah itu diputar untuk menyambut kedatangan rombongan jemaah haji kloter pertama embarkasi Makassar, Selasa sore waktu setempat.
Ketua Sektor 2 Mekah, Kaswad Sartono, menerangkan, diputarnya lagu daerah merupakan bagian sistem zonasi yang diterapkan pemerintah Indonesia untuk musim haji 2019.
" Jadi paling tidak kita ingin bagaimana jemaah haji itu merasa berada di kampungnya sendiri, tidak menjadi beban. Salah satunya dengan memperdengarkan lagu daerah sesuai dengan provinsi pada setiap penyambutan jemaah haji," ujar Kaswad, dikutip dari Kemenag.go.id.
Ketua Maktab 16 Mekah Bandar, Abdurrahman Damanhuri, mengaku telah menyiapkan layanan bagi jemaah haji Indonesia. " Sepanjang mereka tinggal di Mekah, kami akan emmantau dan memberikan layanan kepada seluruh jemaah haji yang akan kami layani," kata Damanhuri.
Jemaah asal embarkasi Makassar kebagian wilayah pemondokan di Sektor 2 Mekah, berlokasi di wilayah Syisyah. Selain jemaah asal Makassar, wilayah ini juga ditempati jemaah haji embarkasi Aceh.
Embarkasi Makassar sendiri terdiri dari jemaah haji asalh Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Sulawesi Selatan.
" Alhamdulillah, di Sektor 2 ini juga terdapat putra-putra daerah. Jadi kita berkomitmen, mereka yang akan menyambut pertama kali para jemaah," kata Kaswad.
Sejauh pengamatannya, jemaah haji senang mendapat sambutan dengan karakter daerahnya. " Jemaah terlihat senang ketika kami menyapa mereka dengan bahasa daerah yang mereka juga mengerti," ucap dia.
Sejauh ini, jumlah jemaah haji yang sudah berada di Mekah hampir mencapai 10 ribu orang. Para jemaah tersebut tergabung dalam sedikitnya 23 kloter.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan