Pelabuhan Saudi Layani 800 Jemaah Haji per Jam

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 17 Juli 2019 06:04
Pelabuhan Saudi Layani 800 Jemaah Haji per Jam
Memastikan pelayanan untuk jemaah.

Dream - Kerajaan Arab Saudi meluncurkan rencana perjalanan untuk jemaah haji melalui jalur transportasi laut. Otoritas Pelabuhan Saudi telah menyiapkan rencana operasional yang komprehensif untuk menerima jemaah haji melalui laut di Pelabuhan Islam Jeddah selama musim haji tahun ini.

Dilaporkan Arab News, Otoritas Pelabuhan Saudi rencananya akan bekerja sama dengan berbagai sektor dan lembaga pemerintah.

Otoritas Pelabuhan Saudi akan memastikan kenyamanan dan fasilitas perjalanan jemaah haji dari saat mereka tiba.

Pelabuhan Jeddah akan mulai menerima jemaah pada 17 Juli 2019 hingga 6 Agustus 2019. Direncanakan sekitar 22.000 jemaah akan tiba saat haji tahun ini.

Pelabuhan Jeddah telah mengakomodasi lebih dari 800 orang per jam. Pelabuhan Jeddah terdiri dari lima lounge. Tiga untuk kedatangan dan dua untuk keberangkatan.

1 dari 5 halaman

Dua Pelabuhan Lain

Semua lounge dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk melayani para jemaah dan membantu mereka menyelesaikan prosedur masuk dan keluar mereka.

Peralatan operasional mencakup 14 perangkat canggih untuk mencari dan mengangkut bagasi, 700 troli bagasi dan 28 bus baru.

Sementara itu, Pelabuhan Komersial Yanbu juga memiliki terminal untuk menerima jemaah haji. Saat ini, Pelabuhan Yanbu telah mampu mengakomodasi sebanyak 2.800 jemaah.

Pelabuhan ini juga telah dilengkapi dengan empat pemindai bagasi sinar-X dan sistem kesehatan terintegrasi yang mencakup farmasi dan klinik medis.

Adapun, Pelabuhan Daba telah mulai menerima pekerja musiman untuk melayani para peziarah tahun ini. Diperkirakan sebanyak 40.000 jemaah akan tiba di Pelabuhan Daba.

2 dari 5 halaman

Pria Ini Rekam Aksi Penipu Kuras Uang Jemaah Haji Indonesia di Masjid Nabawi

Dream - Kriminal tak kenal tempat dan waktu. Dimana ada kesempatan, tanpa malu apalagi merasa berdosa, mereka akan langsung beroperasi dan main libas.

Termasuk di Tanah Suci Mekah dan Madinah yang saat ini mulai banyak kedatangan jemaah haji. Kota Mekkah, Madinah, dan Jeddah memang semakin sesak oleh jamaah yang datang membeludak dari berbagai negara.

Dan seorang penipu memanfaatkan kepolosan para jemaaah haji. Aksi penipuan di Tanah Suci memang bukan hal baru.

Untuk antisipasi calon jemaah yang akan berangkat Haji, seorang pria asal Malaysia menceritakan pengalamanya saat bertemu dengan seroang penipu atau yang dikenal dengan Scammer.

Begini ceritanya:

3 dari 5 halaman

Malaikat Utusan Tuhan?

" Saya keluar dari hotel sedikit terlambat untuk sholat Jum'at, ruang sholat di dalam sudah penuh. Jadi, saya hanya salat di alun-alun Masjid Nabawi.

Setelah selesai menjalani sholat Jum'at dan membaca Quran, saya pun bangkit untuk kembali ke pondok. Namun tiba-tiba saya disambut oleh pria berjanggut yang mengenakan jubah putih.

Seraya tersenyum dia memeluk saya dan bertanya:

" Malizi?"
" Naam," jawabku.

Cerita-cerita sedihnya pun mengalir di telinga saya. Sesaat bahkan saya berfikir, apakah dia malaikat utusan Tuhan di tempat dan hari yang mulia ini?"

4 dari 5 halaman

Cari Mangsa Baru

" Namun fikiran itu terhenti saat pria itu mulai memengang-megang kantung jubah saya.

Rupanya Ia ingin mengambil uang di kantong saya dengan mengalihkan perhatian lewat cerita-cerita sedihnya.

Saya yang sudah mengetahui niat jahat pria itu kemudian berteriak dan mendorongnya. " Kenapa kamu" .

Saat melihat saya marah Pria itu pun pergi begitu saja dan mencoba untuk mencari korban baru.

Saya perhatikan dari jauh, pria itu kembali menghampiri orang Melayu atau yang terlihat serumpun dengan saya.

Saya rasa Ia tahu jika orang Melayu baik hati. Jika ia melakukannya kepada orang Arab mungkin akan dimaki.

Sesudah saya, pria tadi mendekati Jemaah Indonesia.

 Haji

Lelaki itu juga dipeluk dan disambut dengan senyuman hangat sama seperti saya tadi."

5 dari 5 halaman

Habiskan Uang Jemaah

Saya masih memerhatikannya dari jauh, Mulanya jemaah Indonesia mengeluarkan uang 1 Riyal.

Tak lama Jamaah mengeluarkan lagi 5 Riyal. Selepas itu Scammer ini terus mengambil semua uang di tanggah Jemaah itu tanpa rasa bersalah dan pergi begitu saja.

Jemaah itu semacam terhipnotis dan terpukau hingga rela memberikan semua uangnya untuk pria berjubah tadi.

Mungkin apa yang Jemaah itu rasa bahwa dirinya telah membantu orang soleh atau sheikh.

Bayangkan kalau pria berjubah itu berhasil mengumpulkan 10 mangsa setiap harinya. Berapa banyak uang yang bisa Ia dapat.

Padahal tak semua Jemaah haji yang datang memiliki banyak uang atau orang kaya. Banyak yang menabung hingga bertahun-tahun demi bisa tunaikan fardhu haji."

(Sah, The Vocket)

Beri Komentar
Summer Style 2019