Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kamis Agha, Penjaja Alquran Mini Yang Bisa Pergi Haji (sumber: Onislam.net)
Dream - Menunaikan ibadah haji sekali seumur hidup adalah impian setiap muslim, tak terkecuali Kamil Agha. Pria 57 tahun asal Afghanistan ini menjadi satu dari hampir 24 ribu warga Afghanistan yang beruntung mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji tahun ini.
" Saya sudah lama menunggu untuk hari ini," kata Agha. " Anak-anak saya bekerja keras untuk mendapatkan uang dan menyimpannya untuk saya sehingga bisa pergi naik haji."
Seperti ribuan orang Afghanistan lainnya, Agha telah bekerja selama bertahun-tahun berjualan Alquran mini di ibukota Kabul untuk mendapatkan uang agar bisa memenuhi impian hidupnya.
Setelah mendapatkan dana yang cukup, Agha masih harus bersabar. Pria ini harus menunggu tiga tahun untuk bisa mewujudkan mimpinya tersebut karena pemerintah Afghanistan menerapkan skema haji baru.
Sebelumnya, calon jamaah haji di Afghanistna dipilih setiap tahun melalui sistem pemungutan suara dan disesuaikan dengan kuota di masing-masing distrik. Namun kini, seperti di Indonesia, pemerintah Afghanistan menerapkan sistem baru berupa tabungan haji. Calon jamaah harus menyetor dana selama tiga tahun sebagai biaya naik haji.
Meski mendapat kritik karena harus menyetor uang di muka untuk naik haji, pemerintah Afghanistan menegaskan sistem ini sudah populer di negara-negara seperti Turki, Iran dan Malaysia.
Samiullah Moosazai, wartawan senior percaya sistem tersebut akan mendapat momentum meski itu akan memakan waktu.
" Tingkat kepercayaan pada lembaga negara sangat tipis pada saat ini. Orang menjadi skeptis saat menyetor dana dalam jumlah besar kepada kementrian selama tiga tahun," kata Moosazai seperti dikutip Dream dari OnIslam.net, Jumat, 29 Agustus 2014.
Bagi jamaah haji asal Afghanistan, tahun ini biaya haji turun sekitar 10 persen dari US$ 3.050 menjadi US$ 2.700. Penurunan ini imbas dari diskon khusus untuk harga tiket pesawat dan biaya akomodasi dari kerajaan Arab Saudi.
Kementerian Agama dan Haji Afghanistan mengatakan pemerintah Arab Saudi telah memangkas kuota untuk jamaah haji Afghanistan sebesar 20 persen tahun ini.
Pihak berwenang Saudi telah mengurangi jumlah jamaah haji secara global menyusul masih berlangsungnya pekerjaan perluasan di sekitar Masjidil Haram.
Jika proyek perluasan selesai, Masjidil Haram diharapkan mampu menambah sekitar 150.000 jamaah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya