Masjid Dirancang Tidak Memiliki Kubah (WorldBulletin)
Dream - Setelah sekian lama melakukan salat jamaah dan kegiatan keagamaan di sebuah ruang pusat perbelanjaan, komunitas muslim di utara Alaska akhirnya memiliki masjid pertama mereka.
Komunitas muslim yang tak seberapa besar di Anchorage, Alaska itu telah merampungkan pembangunan masjid dua lantai pertama mereka.
" Masjid ini memiliki dua lantai. Jamaah pria salat di lantai pertama dan wanita akan berada di lantai dua," kata Heather Robertson Barbour, seorang muslim yang tinggal di Anchorage, mengatakan kepada PRI dikutip Onislam, Jumat 28 Agustus 2014.
" Akan ada balkon di mana jamaah wanita dapat melihat imam ketika ia melakukan khotbah," tambah Barbour.
Selama bertahun-tahun, komunitas muslim di Alaska tumbuh semakin besar dan mereka kekurangan tempat untuk melakukan salat berjamaah atau melakukan kegiatan keagamaan lainnya.
Ide untuk membangun masjid datang sekitar beberapa tahun yang lalu. Dan setelah bertahun-tahun melakukan penggalangan dana, akhirnya konstruksi masjid dimulai pada 2010.
Setelah hampir empat tahun pembangunan berjalan, muslim Alaska akhirnya memiliki sebuah masjid baru.
Setelah menyelesaikan tahap pertama, tahap kedua pembangunan masjid difokuskan pada pembuatan ruang kelas, kantor dan perpustakaan.
Karena Alaska selalu diliputi musim dingin dan hujan salju yang ekstrim, masjid dirancang tidak memiliki kubah. Namun, cuaca dingin tidak menghentikan aliran imigrasi muslim ke Alaska, menciptakan komunitas muslim yang beragam dari berbagai latar belakang.
" Kami memiliki orang-orang dari seluruh dunia," kata Barbour. " Di sini orang datang dari Asia Tenggara, Asia Selatan, India, Pakistan, Timur Tengah, Eropa." Keragaman masyarakat secara luas diterima di Anchorage.
Adanya masjid baru tersebut, membuat muslim Alaska merasa lebih terorganisir. Masjid akan memberi mereka lebih dari sebuah identitas.