Jadi Muslim Taat, Begini Cara Yaya Toure Hindari Fans Wanita

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 6 Januari 2015 08:28
Jadi Muslim Taat, Begini Cara Yaya Toure Hindari Fans Wanita
"Saya sudah menikah. Istri saya sudah cukup bagi saya. Saya suka damai dan itulah cara saya hidup."

Dream - Mencoba menjadi seorang muslim yang taat, superstar Manchester City, Yaya Toure menegaskan lebih suka tinggal di rumah sebagai seorang pria berkeluarga. Dia menghindari gangguan yang tidak diinginkan dari penggemar wanita.

Yaya akan bersembunyi untukmelarikan diri dari penggemar wanitanya. Bahkan dia harus sering mengganti nomor telepon karena para penggemar wanitanya paling mudah mendapatkan nomor pribadinya.

" Tapi Anda tidak bisa hidup tanpa telepon, karena ada hal-hal lain yang perlu ditangani setiap hari," kata Yaya, dikutip OnIslam.net dari Sunday People.

Yaya kadang tidak mengerti mengapa para gadis bertingkah seperti itu. " Itu memalukan," katanya.

Pesepakbola muslim yang taat ini telah menikah dengan wanita bernama Gineba. Namun, hal itu tidak menghalangi penggemar wanitanya untuk terus mengikuti ke mana pun Yaya pergi.

" Bahkan ada satu penggemar wanita yang secara terbuka merayu saya. Itu benar-benar mengejutkan! Dia meminta nomor telepon saya dan saya memberinya nomor yang salah agar jauh dari dia," katanya.

" Saya sudah menikah. Istri saya sudah cukup bagi saya. Saya suka damai dan itulah cara saya hidup," tambahnya.

Yaya mengaku lebih suka untuk menghindari orang banyak, tinggal di rumah dan mendengarkan musik klasik. " Saya tidak ingin lelah dengan mendengar musik yang hingar-bingar," katanya.

Yaya adalah superstar Liga Inggris dan pernah mendapat gelar sebagai salah satu pemain yang bersinar tahun 2005 oleh jaringan televisi olahraga Eurosport.

Musim lalu, pemain tengah ini mencetak 20 gol di Liga Inggris saat Man City memenangkan titel bulan Mei 2014.

Sebelum bersama Man City, Yaya pernah memperkuat klub raksasa asal Spanyol, Barcelona FC. Sejak pertama kali gabung Barca, Yaya tak pernah menyembunyikan agamanya. Dia punya prinsip tidak ada pertentangan antara menjadi seorang pemain sepak bola profesional dan muslim. (Ism)

Beri Komentar