Jumlah Warga Inggris Mualaf Meningkat Dua Kali Lipat

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 16 Desember 2014 08:25
Jumlah Warga Inggris Mualaf Meningkat Dua Kali Lipat
Saat ini jumlah muslim yang tinggal di Inggris mencapai hampir 2,7 juta orang.

Dream - Jumlah warga Inggris yang memeluk Islam menjadi dua kali lipat dalam dekade terakhir, menurut survei lembaga lintas agama di negara itu.

Survei tersebut paling komprehensif yang pernah dilakukan lembaga survei untuk mengetahui jumlah orang yang telah memeluk Islam di Inggris, The Independent melaporkan dikutip World Bulletin, Selasa 16 Desember 2014.

Survei sebelumnya memperkirakan jumlah mualaf antara 14 ribu hingga 25 ribu. Namun, lembaga survei lintas agama Faith Matters memperkirakan angka sesungguhnya bisa mencapai 100 ribu dengan 5000 mualaf per tahun secara nasional.

Disebutkan pula bahwa banyak orang-orang Inggris, terutama yang tinggal di London, yang menyatakan masuk Islam. Mereka melakukan jajak pendapat di masjid-masjid dan menemukan 1400 mualaf di ibu kota Inggris itu.

Ketika jajak tersebut diperluas, maka terdapat sekira 5200 orang yang memeluk Islam setiap tahunnya. Angka tersebut sebanding dengan hasil survei yang dilakukan di Jerman dan Perancis.

Survei ini juga mencatat bagaimana media menggambarkan tentang fenomena tersebut. Disebutkan lebih dari 62 persen media menyebutkan artikel soal mualaf dan dikaitkan dengan terorisme dan kekerasan. Namun banyak yang menyangkal bahwa setelah memeluk Islam mereka akan menjadi teroris.

Banyak yang setelah memeluk Islam menghadapi tantangan seperti kehilangan keluarga atau teman, merasa sendirian, harus melakukan adaptasi terhadap lingkungan baru dan meninggalkan tradisi keluarga yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Saat ini jumlah muslim yang tinggal di Inggris mencapai hampir 2,7 juta orang. Dengan meningkatnya jumlah mualaf berarti semakin banyak yang mewakili muslim di dalam negeri.

Catherine Heseltine, berusia 31 tahun, membuat sejarah ketika dia menjadi mualaf pertama yang terpilih sebagai kepala komite lembaga muslim di Inggris.

Mengomentari masalah-masalah yang dihadapi mualaf dia mengatakan di antara warga masyarakat tertentu, ada ketidakpercayaan yang mendalam terhadap mualaf.

" Ada perasaan bahwa menjadi mualaf lebih buruk daripada seorang muslim karena mereka dianggap sebagai sesuatu melintas ke sisi lain. Padahal, secara keseluruhan, orang menjadi mualaf didorong oleh rasa ingin tahu lebih, bukan permusuhan." (Ism)

Beri Komentar