Keindahan Raja Ampat, Bunaken dan Wakatobi Bersatu di Sombori

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 5 November 2015 09:29
Keindahan Raja Ampat, Bunaken dan Wakatobi Bersatu di Sombori
"Pulau ini seperti perpaduan keindahan Raja Ampat, Wakatobi dan Bunaken dalam satu tempat," ungkap S.U. Marundtuh, selaku Wakil Bupati Morowali.

Dream - Berbagai upaya dilakukan Kementerian Pariwisata untuk mengangkat sektor pariwisata bahari di Indonesia Timur. Salah satunya dengan mendukung Festival Bajo Pasakayyang 2015.

Acara yang dikemas dalam festival budaya Bajo ini diharapkan dapat disejajarkan dengan Festival Teluk Jailolo, Festival Banyuwangi, Festival Solo dan berbagai festival yang berhasil menyedot perhatian wisatawan mancanegara.

Selain keunikan suku Bajo yang hidup nomaden di atas laut, keindahan pulau Sombori juga menjadi daya tarik tersendiri. " Pulau ini seperti perpaduan keindahan Raja Ampat, Wakatobi dan Bunaken dalam satu tempat," ungkap S.U. Marundtuh, selaku Wakil Bupati Morowali.

Pulau Sombori menyimpan gugusan bukit karang, yang seakan-akan menyembul dari permukaan laut. Berpadu dengan keindahan terumbu karang yang masih perawan membuat pulau ini berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi baru.

Sedangkan suku Bajo yang mendiami Kabupaten Morowali diperkirakan mencapai sekitar 70 persen. Angka ini merupakan jumlah yang paling besar dibanding dengan suku Bajo yang berada di Sulawesi Tenggara atau Sulawesi Selatan. Sehingga Pemkab Morowali yakin, kebudayaan mereka masih cukup kental dan unik untuk diperkenalkan ke mata dunia.

Rangkaian festival sendiri dibuka dengan upacara tradiaional khas Bajo. Kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera Ula-ula dan upacara sedekah laut khas Bajo yang disebut ngangaidah.

Lalu, dilaksanakan pengobatan tradisional khas suku Bajo yang dilakukan dengan menyelam dan mendayung untuk memperebutkan makanan sedekah laut. " Bendera Ula-ula hanya boleh dikibarkan oleh orang yang dipercaya memiliki keahlian khusus dan masih memiliki keturunan darah secara turun-temurun. Sehingga paham konsekuensinya mengadakan upacara adat ini," imbuh Marundtuh.

Selanjutnya, pada siang hari akan dilakukan upaya pemecahan rekor MURI, dengan mengadakan rangkaian perahu terpanjang se-Indonesia. " Sudah disiapkan 1700 perahu dari Kaleorang itu. Dan rencananya akan ditambah lagi dengan perahu-perahu nelayan di luar daerah sehingga mencapai sekitar 2000-an perahu," tuturnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Satu lagi acara yang tak kalah menarik, pertunjukan fashion show yang bertemakan suku budaya Bajo berlatarkan pemandangan matahari tenggelam di atas laut. " Lalu pada malamnya akan ditutup dengan pertunjukan operet kolosal tentang asal-usul suku Bajo," pungkasnya.

Selain serangkaian acara budaya, Festival Bajo Pasakayyang 2015 juga akan digunakan untuk meresmikan Masjid Muhajirin yang diperuntukkan bagi masyarakat Bajo, khususnya yang bermukim di pesisir Bungku Selatan.  (Ism)

 

Beri Komentar