Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Lembah Para Raja, Mesir (Sumber: Overlandingafrica.wordpress.com)
Dream - Ada satu tempat di Mesir yang menjadi 'magnet' bagi para wisatawan dunia. Tempat itu bernama Valley of the Kings yang berarti 'Lembah Para Raja', atau dikenal pula dengan sebutan Gerbang Para Raja (Gate of the Kings).
Lembah Para Raja adalah sebuah lembah tempat para Firaun dimakamkan. Selain Firaun, orang-orang yang dianggap memiliki cukup kekayaan dan kekuasaan kala itu dapat pula dimakamkan di tempat ini.
Lembah ini terletak di sepanjang tepi barat sungai Nil, tepat di seberang Thebes atau yang kini dikenal sebagai Luxor. Lembah para raja terbagi menjadi dua, yakni lembah timur dan lembah barat.
Kepopuleran lembah ini dimulai sejak ditemukannya makam Firaun Tutankhamen, Raja Mesir kuno yang tersohor dengan legenda kutukannya.
Area Lembah Para Raja memiliki satu bukit yang tampak dominan. Bukit ini disebut sebagai 'puncak' dan diperkirakan merupakan pemicu munculnya ide tentang piramida pada periode Kerajaan Lama di Mesir.
Sebelum era piramida, Mesir kuno merupakan bangsa yang terpecah belah dan tidak memiliki penguasa tunggal. Setelah dapat dipersatukan, raja yang berkuasa kala itu ingin memamerkan kekuatan mereka. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan membangun monumen yang bisa menjadi simbol kehebatan mereka, seperti piramida.
Di kawasan Lembah Para Raja juga terdapat sebuah desa kecil yang bernama Deir el-Madinah. Desa ini dulunya merupakan tempat tinggal golongan pekerja dan rakyat jelata. Deir el-Medina kini menjadi lokasi wisata yang menarik minat banyak pengunjung.
Lembah Para Raja memiliki sekitar 63 makam yang dua di antaranya diketahui sebagai makam Firaun Thutmose I dan Ramses X. Sayangnya, setelah bertahun-tahun ditelusuri, hanya 16 dari 63 makam yang bisa ditemukan.
Makam-makam yang tidak ditemukan diduga telah dijarah atau dirusak oleh pencuri. Kini, ke-16 makam tersebut terbuka untuk kunjungan turis.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari