Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Shanke Yadem, Turki (Sumber: Kyaicengkir.wordpress.com)
Dream - Selain Blue Mosque (Masjid Biru) yang mendunia, Turki memiliki begitu banyak masjid megah nan-indah. Salah satu di antaranya adalah Masjid Shanke Yadem yang terletak di daerah Al-Fateh, pinggir Kota Istanbul.
Tak hanya megah dan indah, masjid ini memiliki bentuk arsitektur 'spesial' berbeda dari masjid kebanyakan. Masjid ini dibangun tanpa lantai dan atap. Jadi, setiap jemaah di masjid ini 'dituntut' untuk melakukan salat langsung beralaskan bumi dan beratap langit.
Kebanyakan jemaah yang datang justru tertarik dengan suasana berbeda yang ditawarkan Masjid Shanke Yadem. Menurut mereka, sensasi beribadah salat layaknya di alam terbuka yang disuguhkan masjid ini membuat kekhusyukan mereka bertambah.
Di samping bentuknya yang unik, Masjid Shanke Yadem ternyata juga menyimpan sejarah yang menarik untuk diketahui. Kabarnya, masjid ini dibangun oleh seorang miskin di Turki.
Dialah Khairudin Afandi, seorang miskin dari daerah pinggiran Turki. Berawal dari cita-cita mulia ingin membuat sebuah masjid, Khairudin yang tidak mampu itu kemudian mengumpulkan sedikit demi sedikit uang hasil keringatnya.
Khairudin menahan diri untuk tidak menggunakan uang simpanannya tersebut meski untuk sekadar makan. Setiap ada orang yang bertanya padanya, 'apakah dia sudah makan', Khairudin hanya menjawab, 'anggap saja saya sudah makan'.
Bertahun-tahun terus berjalan, ia pun tetap konsisten menabung untuk mewujudkan mimpinya membangun masjid. Hingga akhirnya suatu waktu ia membuka hasil tabungannya dan mendapati jumlahnya sudah cukup untuk membangun sebuah masjid.
Khairudin pun membeli material dan kemudian dibangunlah masjid yang sekarang bernama Shanke Yadem. Nama Shanke Yadem sendiri dalam bahasa Turki berarti 'anggap saja saya sudah makan'. Nama ini diambil dari kata-kata yang sering digunakan Khairudin sebelumnya.
Kini, Masjid Shanke Yadem banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia. Ada yang datang karena ingin merasakan sensasi salat bak di alam terbuka. Banyak pula yang datang untuk mengobati rasa penasaran mereka terhadap kisah Khairudin Afandi. Subhanallah.. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya