Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pos Polisi Milik Polres Lombok Tengah (facebook.com/Divisi Humas Mabes Polri)
Dream - Untuk meningkatkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, polisi dituntut kreatif. Penambahan jumlah pos polisi untuk memantau lingkungan pun seakan menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Tetapi, penambahan pos itu biasanya terkendala oleh beberapa masalah seperti pembebasan lahan dan anggaran dalam pembangunnya. Untuk mengatasi itu, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah memunculkan ide kreatif.
Dengan menggandeng bank plat merah dan beberapa pemasok sepeda motor setempat, Polres Lombok Tengah memanfaatkan kontainer bekas yang dimodifikasi sebagai bangunan pos Polisi. Demikian seperti dikutip Dream dari Facebook Divisi Humas Mabes Polri, Selasa 1 September 2015.
Uniknya, selain menghemat pembiayaan, pos polisi dari kontainer bekas ini juga bersifat portabel. Sehingga bisa dipindah dan ditempatkan di mana saja tergantung pada pertimbangan kerawanan suatu wilayah.
Menurut Kapolres Lombok Tengah AKBP Nurdin, pos semacam ini akan terus ditambah dan ditempatkan di titik-titik rawan untuk menekan angka kriminalitas.
“ Yang terpenting adalah pos ini mudah dipindahkan sehingga tidak butuh kepemilikan tanah dan jika sudah dianggap aman bisa dipindah sesuai kebutuhan,” katanya.
Saat ini Polres Lombok Tengah telah membuat dua Pos Polisi serupa yang ditempatkan di simpang empat Desa Batu Jai dan Blongsong, Desa Mertak. Dua lokasi tersebut dipilih karena sering terjadi aksi pembegalan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya