Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ifrane, Maroko (Sumber: Www.amusingplanet.com)
Dream - Benua Afrika selalu identik dengan gurun pasir dan panas yang ekstrem. Namun hal itu tak berlaku di kota Ifrane, Maroko, Afrika Utara. Tak seperti kota-kota lainnya di Benua Hitam, Ifrane memiliki iklim seperti di Eropa.
Terletak pada ketinggian 5.460 kaki di atas permukaan laut di tengah wilayah Atlas, kota perbukitan kecil ini memiliki panorama bak negara Eropa, Swiss.
Di kota Ifrane, bangunan-bangunan tertata secara apik. Banyak danau, hutan cemara dan taman bunga terhampar nyaris di setiap sudutnya. Benar-benar bergaya seperti kota-kota di Eropa. Tak heran kota ini kerap dijuluki 'Swiss-nya Maroko'.
Ifrane dibangun oleh Prancis pada tahun 1930-an, selama masa kependudukannya di Maroko. Beragam sentuhan Eropa yang ada di kota ini pun merupakan bawaan dari para 'penjajah' Prancis kala itu.
Kota ini kerap menjadi tempat 'pelarian' masyarakat Afrika, terutama Maroko saat musim panas. Karena kota ini menawarkan cuaca yang sejuk selama musim panas, berbeda dengan di negara-negara lainnya seperti Tunisia dan Libya yang begitu terik.
Sementara saat musim dingin kota ini sering dijadikan tujuan berlibur oleh orang-orang Maroko yang ingin merasakan hujan salju layaknya di Eropa. Saat musim dingin, banyak orang datang ke sini untuk bermain ski atau sekadar bermain-main salju.
Pada musim dingin, suhu kota Ifrane kerap turun hingga di bawah titik beku. Bahkan suhu terendah pernah mencapai minus 24 derajat celcius. Ini merupakan suhu paling dingin yang pernah terjadi di benua Afrika.
(Sumber: Amusing Planet)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya