Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi
Dream - Bagi Aisha, perjalanannya menuju Islam masih belum tuntas. Meski telah menjadi mualaf, wanita kelahiran Melbourne, Australia ini merasa belum lengkap karena masih takut memakai hijab di tengah keluarga dan komunitasnya.
Aisha adalah tipe orang yang selalu ingin tahu segala hal. Setelah lulus kuliah, perempuan penyuka filosofi dan ilmu alam ini pergi berlibur ke Nepal dan India. Di sinilah dia mulai melihat bahwa manusia itu sama.
Saat kembali dari berlibur, Aisha ingin mengabdikan diri dalam dunia sosial. Maka dia mendaftar di pelatihan pekerja sosial.
Setelah lulus, dia mulai bekerja di berbagai komunitas yang berbeda. Aisha bekerja dengan orang-orang yang terpinggirkan secara sosial, orang-orang cacat dan yang berisiko terjerumus dalam kriminalitas.
Kemudian, Aisha mulai bekerja dengan komunitas Arab di Melbourne dan memiliki banyak teman muslim. Namun mereka tidak pernah menyinggung soal agama Islam.
Aisha bekerja bersama mereka selama 4 tahun dan memutuskan untuk pergi liburan ke Timur Tengah agar bisa mengenal budaya mereka secara mendalam. Selama liburan 6 bulan, Aisha keliling Timur Tengah dan mulai mengenal sedikit-sedikit tentang Islam.
Aisha sering berdiskusi tentang Islam dengan orang-orang yang ditemuinya di sana. Namun Aisha merasa sulit mengubah dirinya menjadi seorang muslim, meski dia tidak bisa mengalihkan perhatian dari Islam. Islam telah menariknya lebih dalam dan dorongan itu tidak mampu ditolaknya.
Pesona Islam begitu kuat dan terasa alami karena dia sudah sering melihat kehidupan yang mirip ajaran Islam sebelumnya. Islam adalah apa yang dicarinya di sepanjang hidupnya. Islam tidak mengenal kelas sosial, semua manusia sama.
Setelah kembali dari berlibur di Timur Tengah, Aisha belum memutuskan memeluk Islam atau tidak. Namun pada 11 Agustus 2009, Aisha memutuskan menjadi mualaf dan merasa itu sesuatu yang terindah dalam hidupnya.
Dengan menjadi mualaf, Aisha merasa lebih dekat dengan Allah. Dia bisa melihat dunia dengan lebih jelas dan memiliki tujuan hidup. Aisha merasa menjadi perempuan yang kuat yang tahu kodratnya.
Aisha sebenarnya suka memakai hijab sewaktu masih di Timur Tengah. Namun dia belum berani memakainya karena takut dengan keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Dia merasa dikucilkan.
Namun Aisha merasa sedikit terhibur saat adik perempuannya mengatakan dia tidak keberatan dengan keputusan Aisha selama itu membuatnya bahagia.
" Sangat sulit, karena aku sekarang merasa seperti minoritas. Tapi aku tahu dalam hati bahwa Allah selalu bersamaku dan setiap kali aku takut, aku mengingatkan diriku bahwa Allah yang membawaku ke Islam," ujar Aisha.
(Sumber: OnIslam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang